PILPRESS DAN KONTRAK POLITIK DENGAN PARTAI PENDUKUNG

Para kandidat presiden tidak hanya mau mengumbar omong. Karena segala janji hanya berbunyi manis pada saat bertatap mencari suara. Bila telah bertahta suara lenyap tak terdata. Ini yang membuat para pendukung mencari pegangan pada sang kadidat dukungannya. Sudah bosan bersuara manis, mereka mencari ikatan dengan para calon presiden.

Dari 3 kandidat presiden mungkin Mega Prabowo yang tegas melakukan kontrak politik antara  para calondengan  para pemilihnya. Perjanjian dilakukan secara sektorial. Tiap sektor kehidupan dibuat kontrak kerja khusus, dimana disebutkan point yang perlu dikerjakan oleh sang calon bila kelak duduk di  kursi empuk RI1 dan RI2. Janji atau kontrak politik ini dinilai sangat positif dalam meningkatkan kesejahteraan bersama tanpa memandang golongan, agama dan suku.

Yang menjadi persoalan dan menakutkan adalah terjadi kontrak politik antara calon presiden dengan partai atau golongan yang ingin memperjuangkan hak-hak eklusif.  Menurut informasi kontrak jenis ini sudah terjadi antara salah satu kandidat presiden dengan salah satu partai. Ini pasti sesuatu yang ekslusif, dan pasti mencemaskan. Pada saat seorang meminta hak ekslusif, golongan yang yang tidak tercantum dan kelompok ekslusif dan specific akan merasa iri. Sejauh hanya memperoleh keuntungan ekonomi, pasti tidak akan jadi masalah. Yang menimbulkan masalah adalah apabila kelompok tertentu menunggangi calon presiden agar kelak hak-hak dan kepentingan kelompoknya saja yang menjadi prioritas. Sejauh yang diprioritas menjadi kepentingan bersama luas, tidak akan jadi masalah. yang kelak timbul persoalan besar adalah kelompok tertentu memperjuangkan hak-hak khusus sambil menekan dan menindas atau mengabaikan hak kelompok lain. Karena Indonesia adalah sebuah negera multi etnis, dengan berbagai ragam keimanan. Ini yang sejak awal bangunnya negara ini disadari sebagai negara bhineka yang menunggal dalam satu keluarga bangsa Indonesia. Dan semoga atas dasar ini Pancasila dan UUD’45 harus menjadi pegangan kita semua. Bersatu kita kukuh, berpisah-pisah kita lunglai tak berdaya. Bila itu terjadi maka tidak ada lagi kebanggaan dan menyebut diri Negara Pancasila.

Membangun kebersamaan hendaknya tidak hanya pemanis bibir. Kita semua harus benar memperjuangkan dan menegakkan keesaan sebagai bangsa Indonesia. Berbeda agama, ras dan budaya tetapi kita bangga jadi Indonesia.  Indonesia yang pancasilais.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s