BERBISNIS DAN BERKANTOR DI MBAY

Mauromba, kampung halaman saya terletak di bibir pantai selatan Nagekeo. Persis pinggir laut Sawu yang lumayan ganas. Laut Sawu disebut Mesi Aki (Laut Laki) karena sering bergelombang. Lain lagi dengan laut Flores di utara, orang Keo menyebutnya Mesi Fai (Laut Wanita). Laut Flores, khusus dipantai utara Nagekeo sangat tenang. Laut yang oleh orang Keo, khusus di Mauromba, Laut Flores dianggap laut paling damai. Pada masa lalu menyebut Mesi Fai dan Mesi Aki menggambarkan sebuah jarak yang sangat jauh. Waktu itu belum ada kendaraan, semuanya ditempuh dengan berjalan kaki atau berkuda. Tetapi kini transportasi dan kecanggihan alat telekomunikasi sudah membuat Mesi FAi dan Mesi Aki menjadi satu wilayah yang begitu sempit menjadi Nagekeo.

Telekomunikasi dan transportasi udara telah membuat kampung Mauromba begitu dekat dengan Jakarta. Saya hampir setiap hari berhubungan dengan orang-orang di desaku Mauromba melalui telepon. Saya tinggal di Jakarta, ikut pertemuan pantia pembangunan Kapela Watunggegha dan masih terus berkomunikasi dengan pantia.  Kegiatan -kegiatan ekonomi kecil kaum wanita yang memproduksi makanan kecil khas Nagekeo dari bahan baku jagung juga bisa dipantau dari Jakarta.

Pada suaatu kesempatan seorang putera Keo Tengah, Emil Bei mengatakan bahwa dia sudah bisa berkantor di Niodede tetapi tetap bisa berurusan dengan dunia yang luas. Hal ini dimungkinkan oleh adanya kemajuan telekomunikasi. Di Maundai, ibukota Kecamatan Keo Tengah tegak berdiri menara telekom, yang membuat segalanya mungkin. Dan saya bayangkan kelak di Wodowata akan berdiri tiang-tiang sejenisnya.

Setelah sekian tahun berenang di keganasan gelombang kehidupan ibu kota Jakarta, saya merasa yakin Mbay bisa menjadi tempat yang baik untuk berusaha. Saya membayangkan mempunyai sebuah kantor di Mbay. Karena kelak akan ada pelabuhan laut dan teristimewa bandara. Kemudahan ini yang membuat saya membayangkan seorang tinggal di Jakarta tetapi  bisa berbisnis di Batam atau di Singapura. Dan saya pasti bisa berbisnis dan berkantor di Mbay, karena lokasi tidak menjadi masalah  karena tidak ada kendala telekomunikasi dan transportasi.

umumj3 165

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to BERBISNIS DAN BERKANTOR DI MBAY

  1. Hallo apa kabar?sehat-2kan.kalau saya sehat aja

  2. atanagekeo says:

    sudara Elias, saya baik-baik saja. Sekarang sudah mandeg di Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s