MENARIK INVESTOR KE NAGEKEO

Bicara tentang investor apalagi investor kelas  menengah dan besar bagi masyarakat NTT merupakan barang langka. Dalam data base tidak terdaftar investasi besar disana. Kalau bicara tentang investasi di Nagekeo tentu yang dipertanyakan adalah potensi daerah baru ini. Informasi potensi daerah sangat minim. Apabila ada informasi dari daerah, maka informasi ini sering tidak  akurat. Jangankan di daerah seperti Nagekeo yang merupakan kabupaten hari kemarin, semua tahu informasi tentang hal serupa di propinsi maju juga  sering sekedar memenuhi pesan sponsor. Lihat saja heboh hasil survey Pilpres 2009.

Dalam sebuah temu caleg sewilayah kecamatan Keo Tengah, ada pertanyaan setujukah anda bila dibangun usaha pertambangan di Nagekeo.  Bagaimana Caleg menyikapinya bila terpilih sebagai anggota dewan?  Sebuah pengandaian bahwa Nagekeo yang hanya dikitari sehari itu memiliki hasil luar biasa dalam perut tanahnya. Dan kalau benar maka kita bicara tentang investasi dan tentu berskala besar. Sampai sekarang  tidak ada berita  karena memang tidak ada.

Nagekeo pernah diincar investor dibidang agroindustri. Rekan saya Stanis Passo SH, yang kini terpilih sebagai anggota legislative 2009 -2014 pernah mengatakan bahwa ada yang berminat dalam bidang ini. Stanis suka bicara berapi-api tentang hal ini.  Waktu   itu ada investor asing yang menginginkan agar di wilayah ini ada budidaya jagung beskala besar. Sang investor hengkang karena ulah pribadi yang mempunyai kepentingan. Orang kita selalu mengedepankan kepentingan pribadi. Kendala terjadi hanya karena pungutan dan juga pemaksaan untuk memilih lokasi tidak sesuai dengan keinginan investor. Kemudian kita mendengar cerita sukses ekspor jagung di Gorontalo.

Investasi agroindustri di Nagekeo tentu membutuhkan lahan yang luas. Ketersediaan lahan Nagekeo memang menjanjikan. Tetapi yang menjadi kendala adalah bagaimana membebaskan lahan yang sebahagian besar dikuasai suku adat. Ketika saya berbicara melalui telepon kepada pejabat BPN dan beberapa pejabat Pemda Nagekeo, pengalihan lahan secara jual beli memang agak susah. Alternatif pilihan adalah kerja sama dengan masyarakat petani. Kerjasama yang dimaksudkan adalah petani diikutsertakan dalam membudidayaa tanaman di lahan masing-masing. Atau cara lain sewa pakai. Pilihan pertama tentu menyulitkan kontrol. Pilihan kedua tidak memberi jaminan ketenangan bagi investor.

Bidang investasi macam apa yang dipilih untuk wilayah Nagekeo?  Ada investor yang berminat untuk menanam modal dalam budidaya tanaman pisang serat (abaca) yang berguna sebagai bahan baku kertas. Dan sehubungan dengan bahan bakar alternatif, ada yang berminat secara serius untuk budi daya jarak. Masyarakat mungkin pesimis untuk penanaman jarak ini. Tetapi ada investor yang melihat ini sebagai potensi ekonomi yang menjanjikan. Dan pada akhir kita kembali pada masalah lahan. Hal ini membutuhkan kerja sama Pemerintah Daerah berupa kebijakan dan masyarakat pemilik tanah adat yang seolah ditinggalkan tak bertuan. Memang ada masalah. Tetapi untuk sebuah kemajuan pasti harus ada jalan keluarnya.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in EKONOMI. Bookmark the permalink.

2 Responses to MENARIK INVESTOR KE NAGEKEO

  1. heryeoland says:

    persoalan nagekeo menjadi persoalan kita semua khususnya putra daerah.banyak hal yang perlu dirubah bahkan pola pikir yang terpenting. masyarakat nagekeo sulit menerima hal yang dirasa baru tetapi sebenarnya membangun.apa karena lingkungan sosial masyarakat kita yang terlalu tertutup.

  2. Kami dari Media Enciety Network ingin menawarkan kerjasama dibidang Internet yang aksesnya langsung dari satelit dan KAMI JAMIN UNTUK KECEPATANNYA…Untuk gangguan kami pastikan tidak ada sama sekali…bahkan untuk cuaca buruk sekalipun.

    VSAT menjangkau daerah daerah yang tidak ada akses internetnya.( daerah terpencil ), baik sekali untuk perusahaan ( cabang yang tidak terjangkau akses internet ), yayasan, kampus, warnet, travel, villa, hotel dan lain sebagainya karena aksesnya langsung dari satelit bukan melalui tower yang disalurkan ke kabel kabel ( seperti kabel telpon )

    Kami memiliki teknologi yang sangat canggih dan untuk satelinya kami bekerjasama dengan pihak
    Hongkong ASIASAT 4 Speedcast Partner( bukan menggunakan PALAPA )…

    Rincian Biayanya :
    Registrasi : Rp. 3.500.000,-
    Instalasi : Rp. 3.500.000,-

    Rincian paketnya :
    1:4 Silver ( IDIRECT) : 64 / 256 Kbps 8-10 PC Rp. 4.500.000,-
    128 / 512 Kbps 10-15 PC Rp. 7.500.000,-
    256 / 1024 Kbps 15-25 PC Rp. 10.000.000,-

    1:4 Gold (Ling Star) : 64 / 256 Kbps 8-10 PC Rp. 5.175.000,-
    128 / 512 Kbps 10-15 PC Rp. 8.050.000,-
    256 / 1024 Kbps 15-25 PC Rp. 11.500.000,-

    Biaya Deposite Perangkat Rp. 10.000.000
    Biaya Deposite Bandwidth Rp. Sesuai paket
    Akomodasi ( disesuaikan )

    UNTUK HARGA BISA NEGOSIASI

    Spesifikasi perangkat:

    Parabola 1,8 meter dish BUC 5 watt Njt5669_56F Lo Freq 4,90 Ghz Modem i Direct 3100 Infinity dan Ling Star S1 LNB ( Low noise Block ) CBAND
    Untuk Perangkat kami pinjamkan secara keseluruhan.
    Untuk keterangan selengkapnya, silahkan menghubungi rc220684_oy@yahoo.com/ n_imm@yahoo.com atau 0318437161/08977428366( Roy Candramawan Hadianto)
    Besar harapan kami agar dapat terjalin proses kerjasama.

    Media Enciety Network ( ISP Speedcast Partner )
    Roy Candramawan Hadianto

    CP: Roy CandramawanHadianto 08977428366
    Email: rc220684_oy@yahoo.com
    Web: http://www.isatkom.net
    office: Jl. Raya Jemur Andayani 51 Surabaya
    tlpn : 0318437161

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s