Aku Membayar Ekstra

Kemarin sore saya bertemu beberapa orang ibu untuk suatu urusan bisnis di ITC Depok. Dua orang ibu berjilbab yang mengaku guru.  Salah satu ibu yang tidak berjilbab saya dan temanku kenal baik. Dia memperkenalkan kedua ibu berjilbab. Kami bicarakan bisnis kami menyangkut sewa-menyewa sertifikat tanah dan bangunan.  Mereka telah lama menunggu di meja makan yang berada di warung di area gerai telepon seluler. Ketika kami memesan minuman, ternyata kedua ibu berjilbab mengorder sesuatu tanpa pengetahuan saya sebagai penjamu. Ketika sedang bicara seorang datang membawa  sajian makanan, wanita berjilbab memberi isyarat untuk dibungkus.  Sebelum kami mengakhiri pertemuan kedua ibu berjilbab meninggalk an tempat pertemuan lebih awal. Ketika saya membayar ternyata kedua ibu berjilbab itu telah mengorder makanan untuk dibungkus dan dibawa ke rumah.  Dan tentu bon sedikit diatas perkiraanku.

Saya pernah beberapa bulan berkelana di Korea Selatan. Tujuannya adalah untuk menjalin hubungan bisnis. Saya sering mengunjungi pelabuah busan dan berhubungan dengan banyak perusahaan pelayaran dan kapal-kapal ikan. Waktu saya di Busan, kota pelabuhan Korea Selatan, di warung minuman terdapat banyak pelayan wanita berasal dari Uzbekistan dan Rusia. Mereka tidak malu-malu meminta tamu untuk membayar minuman. Walau kita tidak atau belum berkeinginan memesan sesuatu, mereka dengan memelas dan tidak malu meminta kita membayar minuman mereka. Ada yang mengatakan berterus terang, mereka belum menerima tamu, dan mereka minta agar mereka dapat uang ekstra untuk makan.

Kebiasaan yang aji mumpung, memanfaatkan kesempatan sering kali saya alami di Jakarta. Pernah ketika saya duduk seorang diri dan menikmati minum di hotel Pardede, Medan tiba-tiba saya didatang tiga orang wanita muda. Dari penampilannya yang seronok, mereka wanita penghibur. Tanpa basa-basi mereka juga memesan rokok dan minuman. Dan saya ditinggalkan dengan sejumlah bon. Di warung-warung pinggir jalan, dimana ada pelayan wanita, kalau kurang awas maka kita bisa dikadali oleh wanita pelayan. Mereka meminta rokok dan minuman pada saat kita memesan sesuatu. Semuanya akan menjadi tanggungan tamu. Berhati-hatilah bila tidak ingin bayar ekstra.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s