Berdagang Surat Bernilai Spektakuler

Beberapa waktu terakhir saya berjumpa orang-orang yang berprofesi sebagai makelar, broker, mediator atau calo.  Para calo ini berbicara dan bersentuhan dengan uang dalam jumlah yang spekatakuler. Mereka melakukan tempat pertemuan di tempat-tempat umum. Ada dua kelompok pemain, yang pertama bergelut dengan dokumen bank seperti Surat Deposit, Surat Obligasi, Surat Utang Negara, Promissory Note (Surat Janji bayar), Standby LC (Surat L/C yang siap cair) dan kelompok kedua adalah mereka  yang bermain dengan Sertifikat Hak Milik Tanah dan Bangunan.

Kelompok pemain Surat Berharga selalu berpenampilan rapih, tempat pertemuan di lobby hotel atau tempat tempat umum bergengsi. Pertemuan biasa dimulai dengan para perantara (mediator) pemilik dana (funder) dan perantara pengguna dana (user).  Inisiatif pertemuan biasanya datang dari mediator pengguna dana. Dia yang mengetahui berapa besar dana yang dibutuhkan untuk sebuah proyek. Karena menyangkut proyek maka nilai transaksi tidak sedikit. Proyek-proyek umumnya ratusan milyar bahkan triliunan. Dan yang lebih banyak adalah proyek yang triliunan. Transaksi mereka biasa dalam mata uang asing yaitu Dollar Amerika.  Mediator funder biasanya bertugas untuk mengatur janji pertemuan dengan funder yang sebenarnya.  Sebelum ada pertemuan dengan funder, kedua mediator telah mempunyai gambaran yang cukup tentang masalah yang akan dibicarakan. Kosakata mereka berkaitan dengan kolateral, harta yang dijadikan agunan berupa surat berharga. Surat berharga itu bisa disewa  sebagai agunan untuk dapat meminjam uang dari bank.

Kelompok pemain Sertifikat Tanah dan bangunan, juga bertemu di tempat umum. Tempat pertemuan umumnya lebih sederhana. Biasanya di restauran-restauran mulai dari kelas bawah sampai kelas atas.  Nilai transaksi tidak spektakuler bila dibanding dengan pemain Surat Berharga. Nilai transaksi sebesar nilai property, harta milik berupa bangunan dan tanah. Umumnya nilai berkisar antara 50 juta sampai 10 milyar. Transaksi mereka berkaitan dengan kebutuhan dana proyek kecil-kecil. Yang menjadi transaksi adalah surat tanah dan bangunan. Biasanya ada yang membutuhkan dana tetapi tidak punya jaminan. maka yang membutuhkan bisa menyewa surat tanah dan bangunan orang lain sebagai jaminan. Seorang pemilik surat tanah dan bangunan terkadang ingin menggadaikan hartanya melalui pemakai lain yang mempunyai proyek. Karena itu pemilik dan penyewa surat jaminan membuat perjanjian kerjasama penggunaan dana.

Permainan dalam dunia surat berharga dan sertifikat hak milik property tidak selalu mulus. Orang perlu berhati-hati. Dalam surat-surat berharga , pemilik terkadang hanya omong besar tetapi bisa saja kosong. Para trader atau mediator bisa menikmati keuntungan secara korup. Mereka bisa meminta dana-dana kecil sebelum transaksi terjadi. Apalagi transaksi yang berkaitan dengan nilai yang besar dan berasal dari dana luar negeri. Perlu ketelitian yang ekstra. Tidak bisa percaya pada omongan saja. Harus ada pengecekan antara bank. Berbeda dengan pemain sertifikat tanah yang relatif lebih jelas. Ada banyak pendana pribadi, yang siap melepaskan uangnya dan ditukarkan dengan surat tanah dan bangunan. Nilainya biasanya separuh dari nilai jual objek pajak. Sebuah transaksi yang lebih riil.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s