MENGENAL TAPI TIDAK MEMAHAMI

Saya tersentak ketika seorang pengunjung blog ini meminta saya menulis tentang “PEO” untuk keperluan studi folklore.  PEO selalu saya lihat berada di tengah kampung. Begitu sering saya melihat bangunan kerucut itu. Banyak kali saya melintas dekatnya. Memang tidak semua kampung mempunyai peo. Saya hanya mendengat cerita tentang proses pembuatan peo dan berbagai cerita mistis yang terjadi. Tetapi sampai sekarang saya belum merasa ada ketertertarikan untuk memahami lebih mendalam tentang peo.

Peo terbaru yang saya pernah lihat adalah PEO yang ada di Kayo, Maukeli.  Menurut kisah salah seorang pemuka adat yang saya jumpai Peo ini dibangun sebagai bukti bahwa mereka mempunyai ikatan sendiri. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari Bengga. Setelah  sekian lama mereka berkembang biak dan mempunyai kampung sendiri. Atas ijin kampung induk mereka mendirikan peo sendiri di tengah kampung.

Permintaan untuk menulis tentang Peo menjadi sebuah tantangan bagi saya.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s