Selamat Jalan Nikodemus Muta

Ketika tadi sore Minggu 24 Mei 2009 saya menghubungi seorang saudara di rumah duka, ada tangis histeris. Saya tahu suara itu. Dia adalah Hill seorang puteri pak Niko yang sedang menyelesaikan setudi S2 di UGM dengan biaya pemda Nagekeo. “Bapaaaaa………..” demikian teriak histeris mengharukan. Saya kemudian tidak bisa bertahan mendengar suara itu. Dan telepon saya tutup. Air mataku terus membasahi kedua mataku. Kami kehilangan pak Niko Muta, Tuhan telah memanggilnya pada Sabtu tanggal 23 Mei 2009.   

Saya mengenal Niko sejak masih sekolah di SDK Romba. Dia seorang sederhana. Dia meneruskan SMP di SMP Setia Budi Maunori. Sebuah Sekolah Menengah Pertama di wilayah Ngada Selatan setelah SMEP Wolosambi. Saya tidak banyak menjumpainya sampai satu kali saya bertemu lagi setelah dia menjadi seorang guru di Nagaroro. Dia akhirnya menikahi Yosefa yang masih kerabat dekatnya.  Ini yang membuat dia ditolak oleh keluarga besar terutama Bapa Jawa (Lengga Munde )dan Arnoldus Rangga (Wea Munde). Kami memanggilnya Niku. Kakak Niku yang nampak bersahaja ini ternyata menjadi sosok yang luarbiasa bagi keluarga besar. Bapa Jawa dan Bapa Nodus  kemudian memaafkan dia dan menerima hubungan  pasangan Niku Sefa.

Kakak Niku benar menjadi kakak bagi kami. Dia memberi contoh jelas melalui perbuatannya. Hidup mandiri itulah yang selalu dia katakan. Jangan bergantung pada apa yang diberikan orang tua, apalgi warisan. Karena itu tidak heran di Nagaroro dia mempunyai beberapa lahan kritis yang telah berubah menjadi lahan ekonomis melalui kerja kerasnya. Hari-hari hidupnya penuh dengan aktivitas produktif. Selain berkebun, setiap hari dia sibuk mengurus ternak babi. Dia dan isterinya, yang juga seorang guru dan pemimpin sekolah, mengisi penuh jam-jam hidupnya di rumah sampai malam.

“Lakukan semuanya dengan sungguh-sungguh”, ma’e bhide ta’i mona wu”, itu katanya kepadaku. Ketika saya kembali ke Jakarta saya pernah menjanjikannya sebuah kemeja batik. Saya telah membelinya. Sayang ketika saya masukkan dalam kendaraan yang saya titipkan ke Flores, ternyata barang itu raib. Dan saya akhirnya tidak jadi memenuhi janji itu.  Selamat jalan kae Niku. Semoaga ka’e diterima disisi Tuhan. Doaku kepada Tuhan Requiscat in Pace, Semoga Tuhan memberikan istirahat bagi kae Niku dalam kedamaian.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Selamat Jalan Nikodemus Muta

  1. itha says:

    ya paman.bapak is the best buat kita semua.bapak orangnya sederhana,kerja keras.itha masih ingat bapak bilang ine kalo orang su percaya harus tanggung jawab dan disiplin,berarti kita mampu.itu gara2 jao tegur bapak istirahat.kami semua lebih dekat dengan bapak,bapak bawaan lucu.saya panggil kadang,abang,mas.pae.bapak dengan kami kayak kakak adik.
    sampai sekarang itha selalu sedih,bapak sudah janji kalo itha wisuda mei bapak datang,tapi kata bapak,mama ga bisa sibuk UAN.ita ju tidak sangka 2 tahun lebih ga ketemu ternyata pertemuan kemarin memilukan bagi itha

  2. tanagekeo says:

    Saya kembali ke topik Selamat Jalan Nikodemus Muta. Dan saya kembali mengingat saat-saat terbaik bersama kae Niku. Jao du gheso. Semoga Tuhan menguatkan dan menyertai keluarga yang ditinggalkan. Saya berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik bagi kae Niku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s