CALEG DAN PELUANG

Saya merayakan Natal 25 Desember 2008 di Kapela Watunggeha, terletak sekitar 300 m dari rumah kami. Malam Tahun Baru saya berada di Nagaroro. Tanggal 1 Januari 2009 saya mengikuti misa kudus di gereja Nagaroro. Saya duduk disamping seorang pensiunan guru Bapak Yan Ele. Rambut uban, berbadan tegap. Saya menyalaminya. Dia tidak mengenalku sampai saya menyebut jao Tali.

Malam Tahun baru di Nagaroro ada berbagai kegiatan. Ada keramaian. Salah satu kegaitan adalah di rumah salah satu Calon Anggota Legislatif. Tahun baru dimanfaatkan untuk mengumpulkan masa, bertatap muka sambil berpesta.

Nagekeo kini meriah dihiasi poster wajah para Caleg.  Caleg dengan dana tipis selalu muncul dengan poster wajah berukuran kecil disamping pimpinan Partai atau rekan partai untuk tingkat yang berbeda. Ada poster atau baliho dengan banyak kata yang sulit ditangkap mata.

Yang menarik  jumlah Calon Anggota Legislatif sangat banyak. Yang bingung adalah waga pemilih. Karena para pemilih mengenal dengan baik para caleg. Mereka adalah warga setempat yang sebahagian besar bertalian darah. Dari sisi kwalitas calon, para pemilih yang bertalian saudara merasa mereka bukan pilihan. Tetapi ikatan primordial membuat pilihan kelak merupakan pilihan yang tidak merujuk pada kwalitas. Kata teman saya Daniel Mite, mantan Kepala Desa, yang juga teman kelas mengatakan dengan jujur, “saya terpaksa memilih adik saya , dari pada saya kehilangan uang saku”.

Banyaknya partai politik memberi ruang untuk bersaing. Dan karena itu ada yang mengatakan ini peluang. Peluang tidak melulu positif.  Kesempatan untuk menjadi anggta dewa adalah positif. Tetapi sebahagian meenganggap sebagai pelkuang untuk menjatuhkan orang lain yang berambisi untuk jadi anggota dewan. Kita semua harap bahwa yang terpilih kelak adalah orang yang sungguh mau mengabdi pada kepentingan rakyat.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s