MARI BANGUN NAGEKEO

Hari minggu sore saya mendapatkan panggilan tak terjawab dalam Hapeku. Ketika saya menghubungi nomor tersebut ternyata nomor Hape Drs. Bruno Bu’u. Dia baru dari taman Mini Indonesia. Disana ada pentas budaya . Dia orang nagekeo, yang sempat mendamping salah satu kandidat bupati yang tersisih. Di Taman Mini dia sebagai kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lamongan, harus hadir. Dia tidak tidak bisa bertemu saya karena katanya dia sangat sibuk. Dia datang pada saat akhir, karena dia harus berada di tempat lain untuk menerima penghargaan khusus bagi daerahnya.

Pada waktu kampanye PIlKADA Nagekeo, dia mengemukakan bahwa dia sangat pengalaman di bidang perikanan. Dan andaikan saja dia dan pasangan terpilih, bidang perikanan dan kelautan merupakan spesialisasi bidangnya. Saya sedikit menagih janjinya. Dia mengatakan baru-baru ini ada pelaku bisnis coba menggarap rumput laut. Tetapi pasokan masih rendah. Dan lebih buruk lagi adalah ada rekayasa pertumbuhan rumput laut dengan metode modern, yang berdampak negatif. Ada zat kimia yang masuk dalam rumput laut Nagekeo. Hal ini dipengaruhi oleh budidaya rumput laut di kabupaten Sikka, yang sudah lebih dahulu digalakkan.

Nagekeo pantai utara maupun selatan memiliki potensi laut. Kata Bruno, kalau anda masuk laut ada bau uang. Saya lalu terpikir akan para nelayan di pantai selatan. Romba, Daja dan Maundai. Ketika berada di kampung Mauromba, saya bertemu dan berbicara dengan Pua Surabaya, putera Bapak Haji Usman. Dia seorang nelayan yang menghabiskan waktunya hanya untuk menangkap ikan. Saya katakan pada pak Bruno akapah ada cara untuk membantu nelayan pesisir selatan? Bruono memberikan sinyal positif. Dan saya menunggu.

Nagekeo milik kita semua. Karena itu dihimbau kepada semua orang Nagekeo yang berada di rantau untuk ikut memberikan sumbangsih sesuai dengan kemampuannya. Kontribusi bisa berupa pemikiran, informasi atau apa saja, yang penting buat Nagekeo. Tahukah anda banyak siswa/siswi SMA yang tidak mampu membayar uang sekolahnya? Banyak yang tidak mampu membayar uang sekolah, demikian diuangkpkan salah seorang guru SMA. Maria Goreti Mbewu Sina. Ketika Atas permintaan seorang guru, Wilhemina Bhudhe, saya melakukan tatap muka memberikan motivasi pada siswa/i SMP di Bengga. Saya dituntun olek Kepala Sekolahnya memasuki ruang perpustakaan. Saya  menyaksikan mereka tidak memiliki buku-buku bacaan yang memadai. Mereka memiliki ruangan dan lemari, tetapi tidak ada buku bacaannya. Anda ingin menyumbang…..??? Apa pun kecilnya partisipasi anda ini pasti untuk Nagekeo. Membangun Nagekeo.!!!

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s