Beringin The Land Mark of Tana Ata Lomba

Kalau ada Monas menjadi pengenal Ibu Kota Republik Indonesia. Maka persis di bibir pantai laut Sawu ada sebatang pohon beringin besar. Pohon besar dan rimbun usia puluhan mungkin sekitar seratus tahun menjadi penanda tanah (Land Mark).

Pohon beringin itu selalu disebut nunu Lomba artinya beringin kampung Lomba. Kini kampung Lomba lebih biasa disebut Romba. Tetapi sayang penanda itu telah tiada. Orang Romba tidak berdaya mempertahankannya. Mereka mempunyai andil dalam kerususakan ini.Semua pohon-pohon pandan dipotong dan di bakar ketika ingin membangun kuwu sie.(pondok garam). Itulah pohon-pohon yang paling bertahan tumbuh di bibir pantai dan berguna menahan hempasan ombak laut. Dari hari ke hari darat makin tergerus. Pohon-pohon beringin dan ketapang tidak berdaya sendiri menahan hempasan ombak.

Kampung Romba pertama adalah Romba Wawo. Lokasinya di atas bukit. Sebelah Timur dan barat ada tebing curam. Dari kampung ini kemudian tumbuh kampung baru Romba Wena atau Romba Mau karena berada di Mau atau pantai. Selanjutnya dibangun satu kampung baru. Romba Nua Muri. Nua artinya kampung dan Muri artinya baru.

Kemudian Romba yang sebelah timur disebut Romba Mena dan Romba Rade untuk Nua Muri. Sedang induk kampung karena ada di atas maka disebut Romba Wawo.

Disebelah barat Romba Wawo ada satu kampung lagi namanya Ua. Ua artinya rotan. Mungkin pada masa lalu di sekitar lokasi terdapat banyak tanaman Ua

Di kampung Romba Wawo, ada penanda berupa beberapa pohon beringin besar di pintu gerbang kampung bagian selatan. Ada 3 pohon beringin besar. Daun pohon-pohon itu bergitu rimbun. Di dahan-dahan tua dan lapuk sering tumbuh jamur-jamur besar berwarna ungu. Jamur –jamur itu menarik perhatian karena pada saat mata hari terbit jamur tua itu mengepulkan asap. Jamur-jamur berukuran sekita 30 sampai 50 cm.

Pohon pohon rimbun ini menjadi penanda kampung. Anak-anak kampung yang biasa berenang akan bangga dapat berenang jauh ketengah laut sampai bisa melihat beringin yang berada jauh di bukit. Berenang sampai melihat beringin Romba( Nangu jeka tei nunu lomba ) Pohon-pohon beringin itu telah tiada.

Kampung Mauromba terdapat beberapa tanda khusus. Ada nunu dan ada kepi dipingir sumur tua. . Kalau anda memasuki kampung Romba Mau, atau Mauromba, maka kita akan berjumpa dengan sebuah sumur tua. Orang Romba yang paling tua saat ini tidak mengetahui kapan dibuat sumur ini. Disamping sumur itu ada sebuah kerang mutiara besar berdiameter lebih dari 50 cm, yang dipakai untuk minum ternak atau penampung air mandi. Permukaan kerang itu begitu bersih dan mengkilat mudah dibersihkan. Sayang seribu sayang kerang bersejarah dan langkah memang masih ada tetapi kurang terawat dan sedikit retak. Saya sangat mengagumi kerang besar ini. Saya pernah mengusulkan untuk mengambil dan merawatnya. Tetapi tidak diperbolehkannya. Akhirnya saya mencari barang sejenis ini. Saya menemukannya di Cibubur Jakarta disebuah toko pembuatan mebel antik. Saya akhirnya membeli dan menenmpatkan di teras rumah.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s