NGADA CUP AJANG UNJUK SPORTIVITAS DALAM PERSAUDARAAN

Minggu kemari jam 15.00 saya diajak Albert adik saya untuk nonton Ngada Cup. Ada pertandingan final sepak bola Kabupaten Ngada yang ke lima kalinya. Saya pernah nonton ketika pertandaingan diadakan di lapangan Zeni Cijantung. Waktu itu saya sempat didaulat untuk berbicara mewakili Mauponggo. Klub Sepak Bola Mauponggo berkumpul di rumahku yang kebetulan dekat gereja Katolik Cijantung.

Kali ini isteri saya mengajak saya untuk nonton tergerak oleh Albert dan isterinya yang jauh dari Tangerang datang khusus untuk menonton. Adik saya tertarik bukan pada sepak bolanya. Tetapi yang menarik justeru adalah bagaimana susana di luar lapangan. Ada salam-salam kangenan. Ada tarian yang mengawali pertandingan. Sayang saya tidak menyaksikannya. Tetapi saya sempat melihat seorang ibu berasal dair etnis Bajawa yang masih mengenakan sarung hoba Nage. Masih sering dia menggerakkan bokongnya mengekspresikan gerak riang tari Jai.

Pertandingan final diadakan di asrama Kopasus dekat dengan Balai Komando.  Stadionnya penuh sesak penonton. Ada berbagai dialek bahsa daerah Ngada bisa nyaring terdengar disana. Serasa ada di pasar di wilayah Ngada. Karena di pasar-pasar di Ngada orang berbicara dalam diaelek masing-masing. Disamping bahasa Indonesia dengan aksen kental dialek daerah kebanyakan bicara dalam bahasa daerah.  Suasana sama kemarin dialami di lapangan ajang final Ngada Cup.

Final kali ini mewakili dua kabupaten. Aesesa mewakili Nagekeo dan Golewa B mewakili Ngada. Pertandingan berkesudahan seri 1-1 dan dilanjutkan dengan tendangan gawang. Penjaga gawang Aesesa mampu menghadang 2 kali tendangan dan Piala kemenangan diserahkan pada Aesesa.

Pertandingan di Ngada Cup berjalan lumayan baik, tidak ada keributan. Seharusnya demikian karena ini adalah ajang unjuk sportivitas sambil merkat persaudaraan. Proficiat untuk penyelenggara dan selamat untuk kedua team final.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s