KITA DALAM BAHAYA

Hari ini kami mulai kerja lagi. Perusahaan kami adalah pabrik plastik dengan spesialisasi kantong untuk pakaian jadi. Dan terbesar adalah berbentuk hanging polybag (kantong untuk baju gantungan sama seperti di laundry). Untuk di Indonesia perusahaan kami terbaik dalam produksi yang satu ini. Mesin potong kami sangat baik untuk memotong plastik dengan ketipisan paling minim.

Ada rapat kecil. Bicara tentang banyak hal. Saya menyinggung tentang ekonomi global dan nasional. Kemarin pasar bursa Indonesia tutup (suspensi). Menurut berita para menteri ekonomi EURO mengadakan pertemuan darurat menanggapi krisis global ini. Amerika, Jepang dan China juga mengeluarkan dana talangan mengatasi krisis. Kita ingat akan Bantuan LIquiditas Bank INdonesia (BLBI) yang sampai kini masih mendulang perkara demi perkara.

Ketika saya terbang dengan pesawat Sempati Air ke Manado kami singgah di Sepinggan, Balikpapan. Dalam perjalanan lanjutan ke Manado tiba-tiba ada getaran besar dalam badan pesawat. Teman saya Cho In Jae segera menoleh ke saya dan mengatakan bahwa ada something wrong and big problem. Saya yang tenang saja karena rada bego untuk hal-hal semacam ini bercanda mengatakan nanti saya pakai Vodoo biar tidak ada masalah. Teman saya meyakinkan ini serius. Pramugari yang melewati koridor tengah senyum manis mengatakan tidak apa hanya ada sedikit gangguan pada layar tivi. Orang bodoh disuguhkan jawaban bodoh diiakan saja. Mana ada getaraan layar tv menggetarkan jendela pesawat? Setelah beberapa lama terbang pramugari mengumumkan bahwa beberapa saat lagi kami akan mendarat di bandara Sepinggan Balikpapan. Dan teman saya benar. Pesawat kami kerusakan salah satu mesin. Kami melanjutkan perjalanan dengan peswat pengganti.

Ketika pertama kali rupiah Indonesia anjlok saya berada di Seoul. Ada kunjungan menteri perindustrian Tungki Ariwibowo. Dia baru saja dari Taiwan dan singgah di Seoul dalam rangka perundingan dengan KIA Timor yang penuh kontroversi.Ada pertemuan tatap muka bapak Meteri dengan para pengusaha Korea di Lotte giant Hotel di kota Seoul. Saya ikut pertemuan itu bersama teman saya Cho In Jae. Berita mencemaskan ada gejolak ekonomi karena jatuhnya nilai rupiah. Bapak menteri seperti sang pramugari sambil senyum mengatakan tidak apa..apa. karena kita tetap belanja dalam rupiah.Demikian penegasan bapak Menteri dalam jamuan makan malam di Aula Kedubes RI di jantung kota pusat kegiatan bisnis dunia di Seoul. Dan orang awam seperti saya tenang saja. Kecemasan orang cerdik ekonomi itu kemudian jadi kenyataan. Ekonomi Indonesia ambruk berantakan. Tak berdaya menahan terpaan. Sampai sang Jenderal penuh senyum membungkuk rendah dan direndahkan menanda tangani perjanjian pinjaman IMF untuk menalangi masalah. Dan disampingnya berdiri petinggi IMF dengan tenang dan kedua tangan terkatup didada mengawasi sang Jenderal yang sedang menunduk rendah bubuhkan persetujuannya dan mengakui harus minta bantuan. Tangannya serasa menada meminta belas kasih. Indonesia jatuh dan Sang Jenderal besar akhirnya sampai terguling tak berdaya. Sejak itu kita tidak pernah lagi dengar kalimat seperti mesin penjawab atau burung beo terpelajar : Demikian kata Bapak Presiden.….

Kali ini pasar bursa Indonesia pertama kali dalam sejarah ditutup menghadapi kepanikan pasar. Para pakar ekonomi angkat bicara. Menteri Perekonomian melakukan jumpa pewarta. Jusuf Kalla sang pengusaha yang wakil penguasa nomor satu negeri ini dalam kecemasan memberikan ketenangan. Tidak apa…apa…

Siapa bilang tidak apa apa? LIhat saja apa kata IMF yang pernah beri dana talangan ketika Indonesia yang dianggap kekuatan macan Asia baru berjalan diatas bara api kebakaran nilai rupiah? Ekonomi dunia sedang berada dalam keadaan bahaya lebih sulit daripada yang pernah dialami pada tahun 1930(?). Ya Tuhan bagaimana nantinya. Kata Ibu Menteri yang baru saja pulang menyewa gerbong kereta api khusus lebaran, dampak lebih jauh akan kita alami pada kwartal pertama tahun 2009. Hoi… kita dalam bahaya. Kencangkan ikat pinggang. Kata Bapak Kalla tidak jauh beda dengan penegasan Tungki Ariwibowo dan pramugari Sempati Air. Tenang…. Bagaikan seorang bunda yang sadar bahaya menenangkan anaknya.  Siapapun yang sadar pasti tidak  tenang. Karena  kita , ekonomi kita sesungguhnya dalam bahaya sepertinya akan menjadi kenyataan.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s