MAKIAN TANDA PERSAUDARAAN

Hari ini pkul 20.00 WIB artinya di Flores pukul 21.00 karena ada perbedan waktu satu jam.. seorang teman Caleg partai Hanura menelponku. Saya katakan nanti ditelepon balik. Saya menelponnya. Dia  ternyata sedang berada di kampung Rombawawo. Dia sedang bermalam di ruamh kerabatnya dalam rangka sosialisasi pencalonannya sebagai anggota legislatif.  Setelah omong-omong lama dia mengatakan ada seorang ingin bicara. Saya kenal orang itu. Orang itu langsung mengeluarkan kata-kata miring menyangkut anggota tubuh terlarang. Dan saya secara bergurau mengatakan “kurang ajar” tidak menghormati orang lebih tua dan dituakan sebagai om. Dan dia semakin menyerempet bagian sensitif tubuhku. .  Itu tanda bahwa hubungan kami adik kakak dalam suku.

Saya ingat ketika seorang pasot muda berjalan di Ende. Ditengah jalan pastor muda itu bertemu dengan seortang bapa yang berusia lebih tua. Mereka saling salaman. Dan orang itu menanyakan pastor itu. “Ndoe kau anak koo Dino. Kau mere ko. Mai jao ko kau sa ndeka”. Lebih parah lagi.

Dan demikian juga di kampungku. Ada orang yang lebih tua tiba-tiba berusaha menyentuh bagian terlarang kita. Jangan kaget walaupun si gatal tangan itu berusia lebih tua, dia ingin katakan jangan panggil aku bapa, karena kita bersaudara.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s