Cara Orang Nagekeo Membunuh Babi

Babi merupakan piaraan setiap rumah orang Nagekeo. Hampir setiap rumah punya babi yang dipiara. Saya masih ingat ketika saya kecil kami mempunyai banyak babi. Palungan makanan babi di rumah kami hampir 200 cm dibuat dari pangkal batang kelapa (do nio ta pu’u) dibelah dua kemudian dipahat bagian tengah sehingga terbentuk sebuah cekungan seperti sebuah perahu. Babi-babi itu dibiarkan berkeliaran. Pada sore hari dipanggil untuk makan. Semua babi mengenal suara tuannya. Pemilik babi menyuarakan “maee…maeee….” berulang-ulang sampai babi babi piaraannya datang menyergap palungan makanannya.

Babi jantan biasa dikandangkan dan dibiarkan besar. Bagaimana orang Nagekeo mengukur babi. Babi diiukur dari pusar atau bagian tengah perut ke punggung. Setengah lingkaran perut babi. Mereka tidak menyebut berapa senti meter atau meter. Tetapi mereka menaruh jari tengah dan telunjuktangan kiri pada lengan kanan. Semua orang Nagekeo akan paham. Bila mereka sampai menaruh jari mereka pada lengan bawah berarti babi masih kecil dan mereka sedang beratnya (teki ndate). Sedikit lagi mereka menaruh satu telapak tangan pada tekukan siku tangan dan mereka mengatakan satu telapak (pebhe). Babi yang paling besar adalah sampai melewati bahu kiri (mbaka papa). Ukuran babi menentukan kekuatan tenaga pikul. Bila jari tangan kiri menyentuk ujung lengan atas kanan mendekati bahu, berarti babi itu berat dan hanya bisa dipikul oleh 8 (delapan) orang (bhei ruambutu). Bila sampai melewati bahu kiri, maka disebut seku kutu dan butuh 10 sambai 12 orang menggotongnya. Orang biasa menggotong babi dari kampung ke kampung. Babi besar hanya dibunuh pada pesta-pesta adat yang besar.

Membunuh babi adalah hal biasa seperti membunuh ayam. Orang Flores terbiasa menyajikan tamu daging babi. Biasa babi berukuran kecil. Karena tidak ada listrik dan alat pendingin, maka orang Nagekeo tidak pernah menyimpan daging. Semua daging selalu segar. Menyembelih bila perlu daging. Bila ada tamu hewan disembelih ketika tamu sudah datang. Sekarang sudah dilakukan sebelum tamu datang. Tetapi adatnya kepala dan hati babi disajikan, sebagai bukti bahwa tamu itu kita hormati. Selain itu tamu menjadi yakin bahwa daging ini segar, dan bukan berasal dari hewan mati karena penyakit.

Orang Nagekeo membunuh babi seperti orang membunuh. Kaki-kaki babi diikat. Setelah kaki kiri terikat dengan kanan depan dan juga kiri terikat dengan kanan belakang lalu ikatan disatukan. Babi dalam keadaan tidak berdaya. Penjagal akan berdiri mengahadap punggung babi yang terbaring menyamping. Penjagal mengayunkan ujung parang dan membelah kepala persis di dahi babi. Ini dilakukan beberapa kali. Suara teriakan kesakitan babi akan terdengar setiap kali ujung parang menghantam kepalanya. Semakin garang penyembelih beraksi semakin lemas aksi sang korban, babi. Babi terus meronta tak berdaya karena kempat kakinya terikat rapat. Dan akhirnya dengan sekali ayunan dan memnggoyangkan ujung parang pada lobang kepala yang menganga. Orang akan mengangkat babi itu dan meniriskan darah dari kepala babi kedalam wadah yang telah ditaruh garam halus. Setelah darah sudah tertampung mereka masih mengorek sedikit otak dari kepala kedalam tampungan darah.

Babi yang sudah tidak bernyawa akan dibakar kemudian dipotong-potong. Ketika dipotong, hatinya diambil dengan hati-hati. Tidak cacat. Khusus untuk pesta adat orang menggunakan hati babi untuk mengetahui isyarat atau nasib keluarga yang berpesta. Ada orang yang membaca pratanda dan nasib melalui hati babi. Urat-urat yang membelah hati dan lidah-lidah kecil dihati diartikan. Hanya orang yang pandai bisa membaca hati babi.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

One Response to Cara Orang Nagekeo Membunuh Babi

  1. bejo says:

    Alangkah kejamnya manusia membunuh hewan dgn cara sprti itu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s