Orang Nagekeo Mencari Saudara

Suatu pagi yang cerah adik saya Pieter pergi ke kantor di Kawasan Berikat Nusantara Cakung. Untukitu dia harus naik bus dari Cililitan ke Pulogadung dan seterusnya berganti kendaraan lagi  sampai ke tempat kerjanya. Dari rumahnya di kawasan Kalibata, Pasar Minggu, dia berhenti di halte dekat kantor paling tekenal BAKN di dekat terminal Cililitan. Ketika akan naik bus dia melihat seorang dengan penampilan sangat kotor, berambut panjang, mengangkat muka memanggilnya. Tetapi dia tidak terlalu menghairaukan. Ketika sudah dalam bis kupingnya merasakan gema keras seorang memanggil namanya dengan panggilan nama kecilnya. Dia turun. Orang itu tidak bersuara. Yang bersuara di kupingnya adalah sebuah gema suara hati. Dia menyampari orang yang berpenampilan jorok itu. Orang yang miskin itu mengangkat muka dan mereka saling mengenal. Piet mengenal orang itu anak om kami Yonas.

Dia telah begitu lama mengembara di Jakarta  tanpa alamat jelas yang dituju . Dia pernah tinggal di Kupang dan  Tim-Tim. Ketika ke jakarta dia hanya merngantongi bekal nama saudara dan pekerjaannya. Yang dia tahu hanya Tali kerja di perusahaan batik. Berbulan-bulan dia mengembara mencari tempat tinggal saudaranya tetapi sia-sia karena minimnya informasi. Tidak mempunyai alamat jelas. Dia beberapa kali “digaruk” dan masuk panti sosail DKI, dan digabungkan dengan banyak gelandangan , bahkan ada yang kurang waras. Dia berontak dan mengatakan dia mencari saudaranya. Dia menyebut nama lengkap tetapi tidak mempunyai alamat jelas dituju.

Dia memasuki jalan Tol Jagorawi. Setelah lelah berjalan dia balik lagi. Dan dia melhat ada tulisa BAKN. dia teringat  ada seorang kerabatnya Om Haji ada disitu. Tetapi penampilannya yang sangat jorok, rambut panjang, kuku hitam tak pernah di potong, dengan tubuh beraroma sampah dia tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya duduk di pintu gerbang di dekat jalan raya. Dan ketika itu dia bertemu Piet. Piet tidak mampu membendung air matanya, dia menghantar saudaranya ke rumahnya. Saudaranya diasup susu hangat dan memberikan makan secukupnya.  Kerja keras kedua merobah penampilannya. Membersihkan tubuh, potong kuku dan rambut dan mengganti pakaian. Tamu pengembara ternyata bermasalah. Pengembaraan yang terlampau lama menurunkan seluruh kerja syaraf terutama daya nalarnya. Tetapi Piet bisa hadapi dan mengatasinya. Tuhan telah mempertemukan mereka berdua dan kami semua.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s