Sajian Segar Buat Tamu

Saya pulang kampung. Seorang anak saya ingin pulang melongok kakolot kata urang Sunda. Karena berbagai urusan dia menyusul  tiga hari kemudian. Dia terbang dengan burung baja Merpati dari Cengkareng ke Ende setelah berganti pesawat di Denpasar. Tiba di Ende agak sore. Dan kami meneruskan perjalanan dari Ende dengan menyewa sebuah mobil kijang tahun terakhir berpendingin Rp. 500.000 untuk satu kali jalan. Disana harga lumrah saja. Sementara bagi orang Jakarta mahal luar biasa.

Hari semakin sore. Menyusur jalan aspal dari Ende ke Nagaroro. Antara Ende dan Nangaroro anak saya mengagumi pemandangan sore hari yang indah. Bagi orang Flores keindahan itu sama seperti udara. Tidak ada rasa yang lain. Terlalu biasa. Bagi anak saya dia merasa seperti berada di sebuah tempat penuh pesona sebuah tamasya. Ketika di Nangaroro saya masih mengajak anak saya untuk mampir dan  makan di warung Padang. Tetapi kata anak saya biar saja sampai rumah. Kendaraan kami terus melaju kerah barat dan menanjak menuju Ndora. Berkelok dan terkadang bergelombang. Tetapi masih termasuk mulus bagi orang Flores. Hari semakin gelap. Kami sampai di pasar Raja dan membelok ke arah kiri menuju pantai Maunori.

Melintasi jalan Raja Maunori saya teringat akan seorang yang paling berjasa untuk pembuatan jalan ini. Salah seorang putera terbaik Nagekeo, Yacob Nuwa Wea. Dia pernah jadi Menakertrans. Atas uasahanya  jalan ini dikerjakan. Dan jalan ini membelah beberapa bukit terjal. Jalan ini mungkin lebih cocok kelak dinamai Jalan Yacob Nuwa Wea. Karena tanpa dia saya kira sulit terwujud. Dalam keremangan senja kami menyusur jalan ini menurun berkelok. Setelah mendekati Maunori mobil kami mulai begerak lambat dan terloncat-loncat karena jalannya penuh batu. Kami sampai di pantai Maunori sekitar jam 19.30 dan singgah di rumah seorang bapak kecil saya Frans di Maunori. Anak saya disambut hangat oleh kakek neneknya dan saudaranya sebelum melanjutkan perjalanan berkelok dibibir pantai Maundai. Deburan ombak dibalik pepohonan bakau mengemnpas dipantai berbatu membuat perjalanan terasa seru. Di pinggir pantai ada perahu-perahu kecil  berbau amis ikan asin. Disana-sini ada tumpukan batu koral, terumbu karang mati dari dasar laut yang bakal dibakar untuk membuat kapur. Sesudah Maundai jalan semakin berat berbatu. Ban mobil bergerak kasar diatas pasir berbatu-batu. Dan kami membaca di sebelah  kanan jalan disela batu berukuran besar  sebuah papan Selamat Datang di Desa Witurombaua. Papan selamat datang terbuat dari semen dengan tulisan besar terbaca jelas kena sinar lampu mobil. Kami akhirnya sampai di tempat tujuan Kampung paling sederhana. Di salah satu gubuk sederhana terdapat anggota keluarga yang menunggu kami. Saya sudah terbiasa dengan alam dan kesederhanaan kampungku. Itu tumpah darahku.

Kebiasaan orang desaku ternyata tidak akrab lagi dengan dunia kotaku. Begitu anakku dan saya tiba, anggopta keluarga segera mengambil seekor babi. Dan itu bakal disajikan untuk makan malam. Saya menjadi tidak ramah. Kesabaran hilang. Saya membayangkan ini saatnya santap malam mengisi pertu yang sudah kelaparan menggigit usus dari dalam. Tetapi kami semua diminta sabar. Karena orang desa saya terbiasa menyajikan semua segar. Tidak ada daging kiloan yang terjual. Setiap ada tamu yang terhormat akan disembelih seekor hewan. Paling kecil adalah ayam. Babi adalah hal yang biasa. Karena anggota keluarga banyak dan ada unjuk hormat pada anak saya, maka disembelih babi. Dalam budaya Keo binatang baru disembelih setelah tamu tiba. Dan santap malam kami menjadi lebih larut. Karena semua sajian harus segar. Saya menjelaskan tentang budaya sambil menyadarkan diri saya harusnya lebih mamahami.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

14 Responses to Sajian Segar Buat Tamu

  1. nando says:

    saya anak Nasawewe yg ada di Jakarta,salam kenal buat smua org nagekeo di Jakarta.
    sy harap nagekeo menjadi kabupaten yg teladan dan beriman.Buat para aparatur pemberintah,tlg jadikan nagekeo kota wisata.

    kami mona ghewo ne’e tana keo,tana dhadhi tau muri kami. Po’e wadi kita ne’e ragi bai,mo’o kita dhatu sadhi wawo tangi.
    .poe modo ne’e dawo tonggo,tau pongo kita sa woso.

  2. atakeo says:

    Nando, terima kasih kau tudi ena blog jao.

  3. nando says:

    Halo semuanya……. kunjungi blog sy ya.,. NASAWEWE.BLOGSPOT. kalau ada berite terbaru dari nagekeo,tlng ya, postkan ke blog sy.,.,.,.,.,.,.,
    bete nich, blogku belum ada yg ngirimin komentar,ha…,.,.ha.,.,.,.,ha.,.,.,..,.,. biar seru gitu loh.,.,.,.,.,.,.,

  4. monitha says:

    Nando… Mau berita dari Sumba gak?

  5. NANDO DOKE says:

    boeh donk monita kalau ada berita terbaru
    tanxya……………………..
    Jao sena mere ngara melalui media ini kita ngada papa luka ne’e wadi papa bagi.

  6. adrianus pati says:

    EJA nando salam kenal,Oyaa..jao bodo ade eja asli pu emba tlg bls via mail saya yach Thanks

  7. NANDO says:

    om nee brita baru o
    puu reta kita

  8. rahmatsumba says:

    nando jao ata mai daja, jao kuliah nore jogja. wenngi wadri eja wado tau rede nua?jao ana embu koo haji muhammad shaleh ata daja

  9. Ulyn says:

    Jao ulyn,ata mbae,jao anako p’Zakarias.kenal tdk?

  10. tanagekeo says:

    Ulyn, jao papa luka nee pa Zakarias waktu pertemuan para pensiun guru ena sao pak Bene Geju.

  11. Kadir ata Daja says:

    Rahmat, kau ena jogja daerah emba, jao bele kau . Kadir reta udu nua, kae koo Ilham….

  12. tanagekeo says:

    @Kadir, Jao punu utu ri’a, kita ngada papa luka ena te. Jao Tali ata Lomba. Pasti miu mona mbai mbe’o. Jeo ebho ndia Jakarta, negha iwa mbudu tedu iwa wutu. Mai kita pake da’e te tau kita ngada papa luka, tau sadha jengo ne’e papa ti’i pat pata ta ri’a. Mendi weki ri’a. Tabe woso pu’u ena jao.

  13. patris says:

    tampilkan foto2nya donk,.aku juga org n.roro

  14. nocho says:

    aduh senangx akirxjao ktmu dgn jao pungmsrarakat dsni,hehehe klo ble knl bapa jao ata mauara mogha,tpi kmi sda lma tnggal di aimere ,bgm kbr mau skrg? thanks ko eja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s