Nagekeo dan Pariwisata

Begitu Nagekeo dipisah dari kabupaten induk Ngada ada rasa yang kurang. Nagekeo tidak punya pesona taman laut Riung dan binatang kadal purba. Perkampungan tradisional Bena yang masih berciri cermin sebuah tradisi yang terjaga apik, juga aktivitas budaya syukuran tahunan rebha. Ketiga obyek obyek ini telah menarik minat para wisatawan. Saya masih ingat ketika berada di kota Kim Hae, Korea, televisi Korea menyiarkan salah satu pesona budaya kampung Bena dan tarian khas jai.

Kabupaten baru Nagekeo adalah kabupaten baru, tetapi bukan nberarti tidakada yang menarik di wilayah ini. Bicara tentang tentang tujuan wisata tidak bicara tentang satu tujuan wisata (single destination). Tujuan wisata yang menarik harus dikemas dalam paket yang besar. Bila dikemas dalam paket besar maka Nagekeo masih memiliki obyek dan aktivitas budaya tradisi lokal yang menarik. Kemasan besar wisata Flores dengan Komodo dan Kelimutu disisipkan dengan tujuan wisata antara seperti Bena, Rebha dan Taman Laut Riung dan yang lain yang ada di Nagekeo. Pertanyaan kita adalah apa yang ada di Nagekeo?

Bicara tentang kemasan wisata, maka perlu ada penggalian unsur-unsur budaya yang dapat dikemas dan dipromosikan sebagai obyek kunjungan wisata. Keo Tengah bisa memiliki hal-hal yang tidak kalah menarik untuk dijadikan tujuan wisata. Ada kampung tua yang memiliki keunikan budaya tradisional seperti Wajo. Kegiatan budaya tenun Woi dan Pete di Maundai dan Mauaromba, yang saat ini sedang digagas untuk dibangun sebuah sanggar tenun KEKA SENDA. Juga di Mauromba akan dibangun SANI NGANA sanggar anyaman pandan dan lontar. Dan yang tidak kalah menarik adalah budaya tradisional yang ada di Mauromba yaitu KUWU TUA. Aktivitas mengiris atau menyadap nira dari pohon lontar dan menyuling nira jadi arak yang berkwalitas termasuk kegiatan yang tidak kalah unik dan menarik bila dikemas dengan baik.

Keo Tengah bisa menjadi titik kunjungan dan bisa dijadikan tempat wisatawan asing mengalami hidup desa (live in atau home stay). Di wilayah ini terdapat cukup banyak rumah rakyat dengan kamar kecil dan kamar mandi yang baik. Walau tidak sangat istimewa, namun bisa diterima sebagai faslitas minim layak hidup.

Perjalanan wisata dalam paket panjang mulai dari Labuan Bajo dengan Komodo menuju Kelimutu dan berakhir di Maumere. Melalui Maumere para wisatawan dapat memanfaatkan transportasi udara atau laut dengan kapal pesiar menuju Bali. Agar tidak ada perjalanan balik melelahkan dari Keo Tengah ke Raja, maka dukungan pemerintah untuk membangun prasrana jalan Maunori Nagaroro sangat diharapkan.

Dalam perjalanan menuju Nagaroro masih bisa diciptakan titik singgah menikmati air kelapa muda atau teh hangat di Ipi Mbuu atau tempat pengasapan ikan Mau Nua. Pasti mengasyikkan. Kita tunggu dukungan nyata dari pemerintah untuk merealisasikan gagasan Keo Tengah menjadi tujuan wisata.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s