Monumen Kampung

Ada Monas (monumen nasional) di kota Jakarta, Ibu kota Negara ribuan pulau. Setiap kota ada tanda-tanda khusus yang memberi ciri khas kota. Singapura ada patung kepala singa. Di Kuching ada kucing. Dan di pulau Komodo ada komodo atau buaya di Surabaya. Ini sejumlah kota dengan tanda-tanda khusus menjadi ciri kota.

Saya masih ingat desa tempat saya dibesarkan. Saya memang dibesarkan disana. Tetapi saya dilahirkan ke bumi ini di sudut dan desa lain. Kalau saya bandingkan dengan tempat saya dilahirkan dengan tempat saya dibesarkan ada perbedaan. Ketika kecil saya berada di sebuah kampung dengan halaman luas. Rumah berhadapan kedua halaman bersatu tanpa batas. Ditengah kampung ada jalan umum. Pada masa itu kampung dikelilingi tanaman kaktus berduri. Di kedua ujung kampung ada jalan masuk dan ke luar. Kami menyebutnya kepala dan ekor kampung. Gerbang kampung tidak berupa sebuah pintu besar yang bisa di tutuo atau buka. Tetapi sebuah gerbang terbuka berupa celah yang pinggir kiri kanan dibatas batu sebagai penahan erosi tanah. Karena kondisi tanah yang menurun maka susunan rumah berada pada petak dan berjenjang naik atau turun. Dua rumah saling berhadapan, tetapi tidak benar lurus karena ukuran dan bentuk rumah sangat bervariasi. Yang menarik adalah sebuah halaman luas karena dua halaman bergabung menjadi satu tanpa batas pagar. Di situlah tempat bermain anak-anak kampung. Siang ada permainan sepak bola atau sepak takrawl dan bebagai jenis permainan yang mungkin, dan pada malam hari ada main petak-petakan atau dalam bahasa Keo main trima. Ada jaga dan ada yang masuk. Bila ada yang kena maka dihentikan. Setelah semua kena maka pihak yang masuk dinyatakan kalah. Anak laki suka bertindak kurang sopan terhadap anak wanita. Sebenarnya sekedar menyentuh baju, tetapi terkadang memukul dengan keras atau menyentuh bagian dada.

Monumen kampung ada kampung yang mempunyai rumah berhala (enda) atau batu-batu besar untuk berhala ( watu nabe) dan peo . Sementara yang lain beringin besar di ujung kampung sebagai penanda. Itu tanda yang jadi ciri pengenal seperti Monas Jakarta atau Pizza di Italia maka Nunu (beringin) adalah juga penanda jadi monumen kampung.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s