Nagekeo Butuh Pemimpin dan Pemikir

Bagaikan laron mengelilingi cahaya, Nagekaeo tiba-tiba gemerlap menarik orangnya di rantau merebut kursi nomor satu. Ada indikasi bahwa ada orang Nagekeo yang ingin memberi sumbangsih bagi pembangunan kampung halamannya setelah mereka mengenyam hidup enak dan berhasil di rantau. Dari sisi lain menggambarkan bahwa di Nagekeo saat ini tidak tidak tersedia sumber daya manusia yang cukup terdidik dan bernaluri politik untuk naik ke panggung persaingan politik. Sekarang sudah makin jelas siapa-siapa yang telah siap ikut bertarung dalam PILKADA pertama ini. Ini sesungguhnya PILKADA pertama. Siapa saja yang terpilih artinya dia akan menjadi seorang Bupati Pemimpin dan Pemikir. Dia harus bisa menjadi seorang peletak dasar pembangunan jangka panjang Nagekeo.

Membangun Nagekeo dari Dasar

Nagekeo adalah sebuah kabupaten baru dan kabupaten ini harus berada dalam era keterbukaan informasi global. Nagekeo tidak menjadi sebuah desa terpencil. Dia berada dalam percaturan global. Nagekeo harus disiapkan untuk menghadapi globalisasi. Tidak ada salah kalau sejumlah anak rantau seharusnya mulai kembali ke desa. Karena dengan jangkauan teknologi informasi seorang bisa merasa berada di dunia yang luas entah dari sudut mana di bumi ini.

Mari jujur melihat permasalahan Pembangunan Nagekeo pertama adalah kurangnya sumber daya manusia. Kekurangan SDM adalah sebuah kondisi nyata sebagai sebuah produk jadi dari sebuah proses panjang. Bila diurut ke belakang kita akan menemukan akumulasi permasalahan pembangunan, dan untuk ini tidak pada tempatnya kia saling mempersalahkan tetapi perlu dicatat dan terus ditata kelola ulang. Kita memang harus optimis berbangga kita punya potensi tetapi sadarlah potensi adalah kemungkinan terpendam. Realisasinya tergantung dari bagaimana jeli melihat, menemukan dan mengelola kemungkinan ini.

Akumulasi masalah pembangunan adalah bisa di lihat dari perekonomian rakyat Nagekeo. Kita sekarang berada pada dasar paling rendah dari sebuah pertumbuhan. Nagekeo adalah sebuah wilayah yang terdiri dari kampung-kampung. Himpunan perkampungan Nagekeo dengan perkonomiana rakyat berkinerja sangat rendah. Faktor produksi dan tingkat pemanfaat yang tidak memadai. Hasil produksi rakyat secara perorangan menghadapi hambatan dalam jaringan pemasaran karena memang belum ada jaringan kemitraan pengusaha dalam daerah Nagekeo dengan pengusaha luar daerah. Dan bicara tentang pengusaha kita mengakui bahwa jiwa kewirausahaan kita masih rendah.

Nagekeo memang kekurangan SDM berkwalitas karena masih tinggi jumlah penduduk miskin dengan tingkat pendidikannya juga sangat rendah. Ini akan memberi dampak pada tingkat kesehatan masyarakat. Tingkat kesehatan masyarakat yang rendah akan berdampak pada pembangunan ekonomi karena kurangnya semangat partisipasi. Semangat partisipasi membutuhkan daya kreativitas masyarakat, yang sulit kita dapatkan dari sebuah masyarakat dengan tingkat kesehatan sangat rendah.

Pembangunan Nagekeo juga terhambat karena belum meratanya pembangunan infrastruktur. Nagekeo masih terdiri dari kampung-kampung tradisional, yang sebahagian terbesar berada dalam wilayah terisolasi.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s