Nagekeo Mandiri Dengan Membuka Isolasi

Ketika begabung dengan Ngada, Nagekeo menyumbang pendapat asli daerah cukup berarti. Hampir separuh pendapatan asli daerah. Hal ini tentu memberikan keyakinan bahwa Nagekeo bisa mandiri. Nagekeo dari segi pangan jelas mandiri. Hasil padi Mbai dan Mauponggo sangat cukup untuk kebutuhan kabupaten bahkan surplus. Nagekeo masih mempunyai komoditi lain seperti cengkeh, kakao, kopi dan kopra. Kopra mungkin sudah tidak begitu bergaung lagi. Dahulu wilayah pantai selatan khusus di kecamatan Keo Tengah dan Nagaroro menjual kopra langsung ke Surabaya.

Bidang peternakan masih belum dikembangkan secara lebih intensif. Bila ini dijalankan maka tidak mustahil kita bisa menyaingi Sumba untuk memasok sapi dan kerbau ke pulau Jawa. Belum ada yang secara sungguh konsentrasi untuk beternak babi saja. Salah satu calon bupati Nagekeo adalah seorang dokter hewan. Terpilih atau tidak dia menjadi bupati, kita semua tunggu ada seorang menjadi penyuluh dalam bidang ini. Bidang ini harus berjalan bareng dengan pertanian untuk menjadi pemasok pakan ternak. Perlu sebuah kerja sama antara peternak dan petani. Selama ini orang Nagekeo yang hidup bertani memelihara ternak dengan jumlah terbatas. Waktu lebih banyak untuk pertanian. Ternak adalah usaha sambilan setelah usai bekerja di ladang.

Apa saja yang ingin dikembangkan  bisa menjadi komoditi dagang di Nagekeo hanya  bila prasarana jalan dan listrik tersedia. Karena itu tugas pokok seorang bupati berusaha membuka isolasi desa. Orang Nangaroro dan Keo Tengah begitu merindukan keseriusan pemerintah daerah untuk melanjutkan proyek jalan raya Nangaroro Maunori. Saya mungkin lebih bicara tentang pantai selatan. Karena itu saja yang saya tahu. Orang di Mundemi dan Pautola sekarang menjadi terisolasi setelah ada pemindahan ruas jalan ke belahan barat Iru Eti. Dan masih banyak wilayah terpencil yang membutuhkan perhatian. Ini sebuah pekerjaan rumah bagi siapa saja yang jadi orang nomor satu di Nagekeo.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s