Berkarya Melalui Politik

Uskup Agung Jakarta, waktu itu Mgr. Leo Soekoto almarhum setiap ada pertemuan dengan dewan paroki menghimbau agar banyak orang katolik yang terjun dalam bidang politik. Kita terlalu sering mengatakan politik itu licik, politik itu kotor. Akhirnya kita menjauhi politik. Hasilnya adalah kita tidak terlibat dalam keputusan-keputusan politk. Peruturan dan Perundang-undangan  diurus oleh orang lain tanpa melibatkan kepentingan kita. Kita akhirnya hanya mengeluh karena hukum tidak memihak pada kita.

Seorang wanita perancang busana baru-baru ini bekendara becak diiringi sederatan becak berpenumpang kaum ibu. Mereka bergerak dari salah satu tempat di kota Semarang menuju kantor KPUD. Seorang wanita pengusaha ingin berkarya dan berjasa bagi masyarakat melalui politik. katanya dia sudah cukup kenyang bergerak melalui dunia usaha.

Berkarya dan berjasa bagi bangsa melalui politik. Para anggota legislatif kita adalah orang politik.  Ada kesadaran ini bahwa anggota Legislatif kita orang yang murni mau memperjuangkan nasib orang lain. Saya terkesan dengan pernyataan seorang teman dari Flores. Dia meragukan tujuan perjuangan para legislatif kita khusus di kabupaten di Flores. Para  tokoh tidak saja diragukan pendidikan akademis tetapi juga dipertanyakan pendidikan diri mereka. “Ada yang hanya duduk-duduk di deker dan mabuk menduduki kursi DPR, lalu apa yang mau kita harapkan” demikian tandasnya mengomentari para politikus kita di kabupaten.

Mereka sebenarnya tidak mewakili rakyat dan berkarya untuk rakyat. Mereka bukan seorang politkus tetapi seorang yang bekerja sebagai pegawai kantor perwakilan rakyat. Mereka bekerja untuk kantongnya sendiri. Kepentingan rakyat ditinggalkan atau kalau disinggung urutan yang kesekian.

Sekarang terbuka pendaftaran Calon Legislatif di kantor Parpol. Kita mengharpkan seleksi Caleg juga semakin ketat sehingga para Legislatif pilihan betul orang yang mau berkarya lewat Politik bagi kepentingan rakyat.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s