Meneropong Figur Calon Bupati Nagekeo

Kemarin saya bertemu dan makan siang bersama teman saya Steph Rosi. Dia seorang guru di Ende. Teman saya berpenampilan seorang guru, yang selalu berjalan teratur.Katanya kita biar berwibawa. Maklum saya terbiasa mempersingkat waktu dengan berjalan cepat. Sekarang Tefo sedang mememeriksakan kesehatannya di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Dia bermukim di Ende tetapi sebagai orang Nagekeo dia bicara banyak tentang para kandidat bupati Nagekeo.

Menurutnya Elias Jo sebetulnya masih banyak orang yang menginginkannya. Tetapi sayang dia terganjal Surat Keputusan Depdagri. Sedangkan dr. Don menurutnya cukup banyak menolak selain karena dia sebagai tokoh anti pemekaran dan juga dia dianggap banyak orang sebagai aparat yang tidak disiplin. Dia sebetulnya ditempatkan di Kupang saat ini, tetapi lebih memilih berpraktek pribadi di Ende. Dan riwayat pekerjaan yang tidak memberi gambaran positif pada pribadi yang satu ini. Tokoh lain Johanes Aoh dianggap tidak memadai lagi karena usianya. Bagaimana dengan Servas Podhi? Katanya dengan dukungan Golkar ada plus minus, dan dia dianggap masih minus.

Ada calon drh Lukas Tonga didukung masyarakat sat ini sekitar 14000 pemilih. Tetapi dalam banyak kesempatan penampilannya, Lukas Tonga tidak memperlihatkan visi dan kepemimpinannya. Sangat sedikit orang mengenal Lukas Tonga. Penampilannya di depan publik, tidak menunjukkan seorang publik figur. Seorang pemimpin harus mampu menciptakan suasana. Kehadirannya harus dirasakan dan merobah suasana. Ucapan-ucapannya harus politis, berarti selalu memberi makna dan motivasi. Dia didukung oleh Bruno Buu. Pengalaman kerja baik. Dukungan pemilih berasal dari wilayah Selatan. Tetapi ini sungguh sebuah dukungan primordial. Masyarakat yang memberikan fotokopi Kartu Tanda Penduduk adalah masyarakat yang tidak pernah mendengar atau mengetahui kepribadian dan visi misi kedua tokoh ini.

Tokoh lain yaitu Alo Dando, dia masih harus mengurus beberapa persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai calon ke KPUD. Bila tokoh ini maju ada kemungkinan dukungan pemilih dari wilayah Selatan yang mendukung drh Lukas Tonga bisa berlari kepadanya. Alo Dando nampaknya lebih bisa menciptakan suasana. Saya tidak banyak mengenal tokoh ini. Ketika sedang berbicara dengan saya dalam resepsi pernikahan putera Jacob Nuwa Wea, mantan Menakertrans, dia disapa oleh seorang pejabat politis. Kita bicara tentang pejabat politis dan pejabat teknis. Pejabat teknis kepala kantor dan birokrat lainnya. Pejabat politis tingkatnya dirjen atau menteri. Seorang Dirjen menyela pembicaraan kami. Dan Alo Dando asyik berbicara dengannya setelah meminta maaf pada saya, dan kemudian kami melanjutkan pembicaraan.

Semua tokoh-tokoh calon bupati dan wakil adalah tokoh kita. Kita yang mengatakan mereka tokoh. Siapakah yang menjadi orang pertama di Kabupaten Nagekeo. Kita serahkan pada proses demokrasi.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s