Orang Flores Menitip Barang

Tititp surat atau barang melalui pastor adalah sangat biasa di Flores. Ketika arus transportasi sangat terbatas, pastor menjadi andalah orang Flores menitip barang. Uang yang dikirim untuk anak sekolah biasanya melalui pastor. Surat dan barang juga demikian. Karena hanya pastor yang mempunyai mobilitas paling tinggi. Paling tidak sebulan sekali ada rekoleksi (pertemuan khusus) para pastor disalah satu rumah pertemuan. Kalau di kabupaten Nagada pertemuannya biasanya di Mataloko. Di kabupaten Ende semuanya biasa bertemu di St. Yoseph Ende. Di Maumere di Ledalero. Di Larantuka di Hokeng. Di Manggarai di Kisol. Titipan barang atau surat atau uang dilakukan menggunakan jalur ini. Selama masih di daratan Flores, semuanya masih mudah.

Ternyata orang Flores masih sering menitip surat atau uang atau barang melalui pastor yang sedang berkunjung ke pulau Jawa. Dalam bayangan orang Flores, kalau pastor ke Jakarta pasti mudah mencari anaknya atau orang yang dituju. Karena masih dalam satu kota, yang mereka bayangkan masih dalam satu kampung. Kampung-kampung orang Flores tertata saling berhadapan, atau kalau beda kampung tidak sulit karena selalu ada komunikasi. Orang Flores akan tanya sama pastornya yang baru pulang dari Pulau Jawa, apakah dia bnerjumpa dengan anaknya. Mereka tidak paham kesulitan.

Menitip barang pada sesama orang Flores biasanya aman saja. Karena orang akan sangat jaga nama baik. Banyak orang Flores yang berada di kampung masih belum paham betapa sulitnya membawa barang titipan ke tempat tujuan.

Tadi pagi saya mendapat telepon dari Kupang dari saudara saya Aron. Dia bertanya titipan saya seberat 32 kg berbentuk tas nanti diserahkan kepada siapa. Budaya titip menitip masih terus berjalan. Barang tersebut adalah titipan adik saya yang tinggal di Brasil. Dia menitip barang ini pada kerabat saya yang kebetulan di Hongkong. Dia membawa barang itu kepada saya. Sekrang barang itu beradd di Kupang dan masih akan dilanjutkan ke Flores dengan cara titip menitip. Kami orang Flores yakin barang itu tanpa tulisan alamat yang jelas akan sampai ke tempat tujuan. Dan saya katakan kirim saja ke Maunori, tempat kelahiran saya. Serahkan saja pada Frans Taa, bapa kecil saya. Puteranya yang sedang cuti, pemilik barang itu ada di sana.

Betapa rumitnya titip menitip barang gaya orang Flores. Tetapi satu yang tak pernah rumit adalah kami saling percaya. Saya percaya barang ini akan sampai ke tempat tujuan Frans Taa dan Polycarpus Rangga.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

One Response to Orang Flores Menitip Barang

  1. maya ernita says:

    salam kenal,,
    saya mau kirim barang tapi hanya 3kg..
    barangnya adalah perfume..
    saya mau kirim ke larantuka dan lembata,bagaimana cara penitipannya,,
    kesiapa?? no hp nya berapa??
    saya berharap bisa menghubungi saya 02194301055..
    saya lagi butuh cepat,.
    trima kasih banyak =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s