PILKADA Nagekeo di Jalan Jakarta

Heboh PILKADA Nagekeo ternyata seru di Jakarta. Topik PILKADA menjadi topik menarik dalam pertemuan orang Nagekeo di Jakarta. Morat marit kehidupan pribadi anak rantau dengan segala kerumitan problem pribadi tidak menyurutkan perhatiannya ke daerah asal. Ternyata orang-orang dengan kehidupan tak jelas lebih vokal bila bicara tentang perebutan kekuasaan di daerah.

Mengapa menarik perhatian anak muda nagekeo di Jakarta. Pertama adalah unsur primordialisme. Rasa kedaerahan yang membuat terlibat dalam hal ini. Kedua dari ketokohan calon. Hampir semua calon tidak sesungguhnya orang yang bermukim di daerah. Mereka adalah adalah anak rantau. Sebagai sesama anak rantau mereka sungguh mengenal para tokoh yang kelak jadi figur ideal pemimpin Nagekeo. Hal ini hangat jadi topik dalam pertemuan singkat dengan teman-teman di Rumah Sakit Husada, Mangga Dua jakarta.

Ada berbagai pendapat disuarakan di tengah kebisingan bunyi dan bau asap knalpot kendaraan bermotor. Elias Jo , pejabat bupati dianggap tidak pada tempatnya mencalonkan diri. Karena dia mengemban tugas pokok untuk mempersiapkan segala sesuatu hingga PILKADA selesai. Calon PDIP dr. Don Bosco diragukan karena memiliki beberapa catatan yang kurang mendukung. Konflik-konlik dengan para bupati di setiap tempat tugasnya dan juga dia termasuk dalam Peduli Ngada bersatu, yaitu satu forum yang tidak menginginkan pemekaran kabupaten Nagekeo. Forum ini sebetulnya sebagai bagian untuk menggagalkan atau paling kurang menghambat pemerkaran demi tujuan dr. Don bisa maju sebagai Bupati Ngada. Ini yang dianggap sebagai politik kotor, tujuan menghalalkan cara. Ada pemain lama yang ingin maju dianggap tidak saatnya lagi. Lukas Bruno adalah salah satu pasangan yang belakangan muncul; tetapi mereka adalah pasangan pertama yang terdaftar di KPUD. Mereka muncul dengan dukungan masyarakat sebagai calon independen. Untuk calon ini ada yang menilai kelemahan figur Lukas, tetapi diakui didukung oleh kekuatan figur muda Bruno. Malah ada yang bilang mengapa tidak Bruono menjadi nomor satu. Pendapat ini juga pernah dilontarkan oleh Yacob Nuwa Wea salah seorang sespuh Nagekeo. Ada pendatang baru Alo Dando. Katanya masih mencari dukungan salah satu parpol. Mengenai tokoh ini karena berasal dari wilayah selatan dianggap akan mendapat dukungan cukup. Dalam kaitan dengan transmigrasi lokal dia cukup dikenal., tetapi ada catatan yang kurang baik berkaitan dengan ini. Masyarakat merasa ditelantarkan. Hal ini bisa mengurangi simpati masyarakat.

Dalam debat politik jalanan ternyata orang yang dengan kehidupan morat marit berbicara lebih vokal untuk menyelesaikan masalah besar di daerah daripada menata tahap-tahap kehidupan sendiri. Jangan-jangan para calon yang bekas anak rantau dan anak jalanan ini adalah orang yang lebih suka menyelesaikan masalah besar tetapi gagal mengelola masalah kecilnya sendiri. Kalau urusan kecil tidak bisa diselesaikan bagaimana mungkin mencari solusi untuk masalah sebuah kabupaten Nagekeo. INi sebuah Pekerjaan Rumah bagi para calon dan juga bagi para pemilih.

Berkaitan dengan membangun Nagekeo kita ingat Kata-kata Komite Persiapan Pembentukan Kabupaten Nagekeo: Kita ngusa bani papa kapi. Tego papa leu. To’o jogho waga sama. Kite Ine sa susu mite. Kita ame sa lalu to. Zeta tolo kita pedhe nika, nawe sa podo, zale teda kita inu tua, nawe sa he’a. Mai kita padhi sama-sama moo tau da koo sao teda kita: NAGEKEO.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s