Lei Wawi

Kata lei sebetulnya berasal dari kata list (daftar). Karena kata dalam bahasa Keo selaluberakhir dengan huruf vokal (hidup) maka list menjadi lei. Lei wawi dan hampir tidak pernah ada lei longo (kambing). Lei wawi adalah daftar orang-orang yang memesan daging babi. Babi baru akan disembelih setelah telah tercatat cukup jumlah konsumen untuk seekor babi besar yang bakal disembelih. Babi disembelih beradasarkan pesanan dalam daftar. Ide untuk mengedarkan daftar datang dari calo penjual babi. Begitu ada daging babi dalam waktu yang singkat habis terjual. Harga daging ditetapkan oleh penjual sesuai dengan kualitasnya.

Lei wawi di wilayah Nagekeo bagian pesisir selatan hal yang biasa. Mengapa ada lei wawi. Lei Wawi ada untuk mengatasi kebutuhan daging bagi yang ingin konsumsi. Lei wawi juga satu pemecahan masalah bagi yang membutuhkan uang bila sulit. Karena sangat sukar menjual babi besar. Babi besar hanya laku bila ada acara-acara besar atau ada kematian. Pembayaran kontan sangat sulit. Karena itu lei wawi merupakan solusi alternatif untuk mengatasi kesulitan keuangan untuk biaya sekolah anak.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s