Anak Daja Brandal Bersama HartawanTaiwan

Dua hari lalu saya kedatangan tamu seorang anak muda asal Daja, masih kerabat saya. Secara pribadi saya tidak tertarik dengan tamu saya. Dan dia juga sebenarnya sangat berat untuk datang bertamu. Dia terpaksa datang membawa sebuah tas berisi banyak barang. Tas tersebut adalah titipan saudara saya yang tinggal di Brasil. Anak muda ini kebetulan teman kelas adik saya. Mereka bertemu di Hongkong. Karena kelebihan berat, barang ini dititipkan pada anak muda kerabat kami ini.

Tamu saya membawa puteranya yang masih kecil. Anak muda ini saya kenal ketika berkunjung ke kampung halaman bersama orang tua saya. Dia ada urusan sama bapa saya. Akhirnya berurusan pula dengan isteri saya. Ketika di kampung semua saudara wanti-wanti agar jangan terima anak muda itu kalau ke Jakarta. Di Jakarta dia menjalin hubungan dengan adik-adik saya yang lain. Tetapi tidak dengan saya. Dan saya semakin menjauhi anak muda ini karena cerita miring tentang dia di kampung halaman, tentang orang-orang yang berurusan dengannya selama di jakarta juga termasuk tentang saudarinya yang bernasib sangat mengenaskan kemudian menghadap Tuhan di perantauan dalam keterasingan dan kemalangan. Saya masih ingat saudara Nobert seorang muda asal Mundemi meminta saya untuk datang menjenguk jenazah anak perempuan malang itu. Di depan peti jenazah saya membuka kata sambutan saya:’ Di tengah kita terbaring jenazah seorang yang dalam kehidupannya penuh penderitaan…..”

Saya tanya pada tamu saya bagaimana sampai di Hongkong. Ternyata nasib baik menemani dia. Dia bertemu tak sengaja dengan seorang superkaya asal Taiwan. Akhirnya dia berkelana ke berbagai negara mendampingi orang kaya ini. Dia mengatakan berterima kasih pada Bunda Maria atas semua yang dia peroleh. Dan dia sempat meneteskan air mata diatas pesawat Airbus yang menghantarnya ke luar negeri. Sekitar sebulan dia berkeliling bersama orang kaya. Bagai mimpi saja. Nasib baik berpihak padanya. Dia berjanji besok sore bertemu saya lagi. Tetapi ternyata dia masih menjadi orang yang tidak bisa dipegang kata-katanya.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Anak Daja Brandal Bersama HartawanTaiwan

  1. cantika says:

    ida ke ne kae’ perjalan hidup manusia memang susah ditebak…..

    salut dan bangga juga dengan blog ini, proviciat buat kae’

    ari mu

    @cantika: Terima kasih menengok bedenganku. Saya juga sering bertandang ke bentara-online.com, tetapi mengapa tidak menupdate on time. Salam Modo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s