SINGLE PARENT

Anak-anak ini tak pernah menanyakan siapa ayah mereka. Sang ibu bukan tak sudi menjelaskannya. Karena memang sang ibu sungguh tak tahu siapa ayah biologis anak-anaknya, yang berurusan tanpa menatap wajah. Mereka adalah produk birahi tak terkendali,  murni nafsu…

Posted in PHOTO | Tagged , , , , | Leave a comment

KETUA RUKUN TETANGGA PELAYAN MASYARAKAT INDONESIA

Jadi warga negara Indonesia yang baik, dan pemegang KTP (Kartu Tanda Penduduk) pasti mengakui keberadaan dan peran seorang Ketua RT, atau lebih dikenal dengan Pak ERTE. Pak RT di lingkungan tempat tinggal kami sudah lebih dari dua periode masa kerja. Pak RT kami orangnya sederhana. Mau kerja keras untuk keperluan RT. Terlepas dari baik dan buruknya kenerja Pak RT, kini dia harus diganti. Perlu ada peremajaan dan penyegaran. Peremajaan bukan  karena Pak RT harus yang muda, tetapi yang penting harus memiliki pemikiran yang segar. Pak RT kami kalau bicara tidak pernah runut.  Pertemuan sebulan sekali melalui Arisan dengan uang Rp. 25.000 dijadikan wadah pertemuan RT. Tetapi sayang banyak orang tidak suka mengikuti kegiatan ini. Yang jelas bukan karena alasan keuangan yang sebesar itu. Menurut saya ini satu pertanda ada rasa tak suka pada pak RT.  Kalau saja Pak RT menjadi tokoh pemersatu, tentu banyak orang datang menghadiri acara bulanan. Karena acara ini bisa jadi temu kangen tetangga.

Siapa mau jadi Pak RT. Menjadi Ketua RT ternyata memikul tanggungjawab sosial yang besar.  Pak RT sepertinya harus selalu siap melayani urusan masyarakat. Pak RT selalu harus ada dalam berbagai kegiatan masyarakat. Nampaknya sebagai kehormatan, tetapi pada kenyataan sebagai beban. Dalam kehidupan masyarakat Jakarta lebih banyak masalah daripada keramaian bahagianya.  Karena itu tidak banyak yang mau jadi Ketua RT.

Posted in Uncategorized | 2 Comments

GUDANG TERIPANG DI KUPANG

Sabtu tanggal 12 Februari 2011, saya bertemu Pak Joe Maeng Sik. Dia berasal dari Korea.  Seorang memperkenalkan saya kepadanya. Bisnisnya adalah membeli dan menjual teripang (sea cucumber).  Mungkin karena bentuknya mirip timun, maka dalam bahasa Inggeris disebut timun laut (sea cucumber).  Kata teman-teman saya dari Korea, teripang bisa dimakan mentah seperti ikan (suhie/shasi).  Pergaulan  dengan orang Korea lebih dari 20 tahun membiasakan saya  makan ikan, udang dan gurita dalam keadaan mentah.  Pertama kali saya makan udang (lobster)  mentah ketika berada di Jepang. Saya menikmatinya sambil menahan niat untuk memuntahkannya. Tetapi sekarang sudah jadi biasa. Kemudian urusan makan anak gurita mentah, masalahnya daging gurita suka lengket pada langit-langit.  Ala bisa karena biasa. Dan saya sudah biasa pula sambil meneguk soju (minuman Korea).

Ketika  di pulau Kei,  saya menyaksikan laut disekitarnya kaya akan teripang. Pantai-pantai di Kei sangat landai, sehingga  air surut sangat jauh dari bibir pantai. Maka dengan mudah orang bisa memungut teripang.  Saya tidak memiliki pengetahuan cukup tentang pantai dan laut di NTT. Walau ini adalah tempat tumpah darahku. Tetapi orang Korea begitu berminat untuk membangun sebuah gudang  teripang di Kupang.  Mengingat persediaan teripang di wilayah NTT terbatas,  maka akan di beli dan dikumpulkan dari wilayah lain.  Kupang dijadikan transit sebelum dikirim ke luar negeri.

Teripang yang menjadi mainan disepak, dipencet airnya ternyata punya nilai ekonomis karena dapat dimakan. Teripang kering  direndam dalam air, dipotong-potong kemudian dimasak.  Semoga niat baik teman dari Korea ini memberikan lapangan kerja bagi warga NTT.

<p

Posted in Uncategorized | 1 Comment

NENEK PEMBUAT SAPU LIDI DARI LOVINA

Waktu selalu punya arti. Waktu hanya bisa punya arti kalau waktu diisi untuk sesuatu yang bermanfaat.  Waktu juga adalah anugerah. Sebagai anugerah harus disyukuri. Cara bersyukur adalah dengan memanfaatkan waktu  sebaik-baiknya untuk hal yang berguna bagi kehidupan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

BALI TIDAK SEHARUM CANANG DAN WEWANGI DUPA

Canang adalah tatakan berisi kembang, yang selalu mewarnai tanah dan rumah serta peralatan hidup orang Bali. Sejak pagi subuh sampai malam di Bali selalu ada tebaran bunga di depan pagar rumah, di persimpangan jalan, di bibir pantai dan bagian dalaam rumah. Pulau Bali selalu terasa wangi ketika api disulut diujung lidi dupa. Tidak ada yang merasa aneh bahwa selalu ada orang yang sedang bersembahyang di depan orang banyak entah di pinggir jalan raya sekalipun.

Bali memang pulau doa dalam wewangian kembang dan dupa. Kehidupan Bali dan keimanan umat Hindu yang permisif itu menjadikan Bali begitu menarik. Yang mungkin menyimpan cemas adalah Bali sedang tergadai dan bahkan terjual habis. Masyarakat Bali tidak saja menggadai dan menjual tanahnya, tetapi yang terjadi di depan mata Bali sedang menggadai dan menjual budaya dan harga diri anak bangsanya.

Sampun napi gatrani? Ken-ken kabare Bali? Becik-becik…? Ampure… nenton becik!! Maaf saya tulis ulang beberapa kata bahasa Bali yang saya pelajari dari warung  gerobakan NADI MERTA . Gede Merta yang santun dengan gerobak jualan jauh lebih wangi dari dupa Bali. Dia sangat diingat dan dikenang wanginya sampai di Eropa dan benua Amerika. Pada musim dingin para turis dari Belanda dan Kanada selalu ingin kembali duduk menikmati lumpia Bali yang manis serta sate cumi sedapnya. Rasa sambalnya seperti tak kehilangan sedapnya karena Gede Merta selalu menyajikan kebajikan. Ia selalu ramah dan bersahabat.  Keramahannya terpateri pada kenangan para tamunya sampai selalu ingin kembali.

Dua anak muda Bali sedang bercanda dengan seorang wanita belia berkulit bule. Yang seorang mengatur jarak, sementara pemuda yang satu berbicara mesrah dan sebentar-sebentar berpelukan. Di tempat yang lain seorang lelaki berkulit gelap tegap perkasa seperti ayam jago bertaji di depan betina.  Di warung gerobakan beberapa lelaki meneguk bir. Seorang wanita berwajah pas-pasan dengan rambut terurai basah menikmati baso, sambil sesekali memasukkan tangan ke dalam mulut membersihkan gigi. Dia sedang kelaparan. Dia mengambil sebungkus kerupuk dan mengigit kemudian meludahi sampahnya beberapa kali. Dia terus saja menunjukkan keakaraban dengan seorang lelaki botak dan tua.

Pada dua kali kesempatan makan malam di salah satu restoran, ada wanita berwajah kampung menemani orang kulit putih. Di salah satu meja seorang wanita dengan suara kurang terkendali memesan steak. Ketika lembaran daging hangat berlumur bumbu tiba , sepasang beda usia dengan wanita Bali sederhana memandang ke arah uap panas. Tamu  baru ini  meneguk ludah tergugah seleranya. Saya melihat dia juga memasan menu spesial.

Seorang anak muda berwajah indo duduk menghadap kali berlumpur di pantai. Dia membelakangi kami, yang sedang memesan gado-gado. Terpanah akan wajahnya, saya mencuri kesempatan ketika dia hendak membayar. Saya bertanya apakah dia orang Indonesia? Anak muda belasan tahun itu kelihatan malu dan tidak percaya diri. Dia seperti sadar diri dari hubungan tak wajar Jerman Bali.  Pada malam yang lain saya tak sengaja berjumpa lagi di pantai tugu Lumba-lumba. Dia duduk menjauh bersama seorang teman ingin makan lumpia. Tetapi dia selalu menmpakkan wajah tidak bisa seriang anak muda lainnya.Ketika akan membayar dia kekurangan uang dan minta temannya.

Di salah satu hotel yang tidak terurus, duduk seorang wanita Bali dengan seorang anak gadis. Sang gadis masih duduk di bangku SMP. Terkadang gadis ini melayani tamu asing. Sang ibu nampak murung dan tegang melayani saya. Dia menikah resmi dengan lelaki Australia. Punya seorang anak. Beberapa bulan mengirim satu atau dua juta rupiah selanjutnya tidak ada berita. Sang wanita menumpahkan isi hati sambil menemani saya minum fanta. Puteranya mungkin bakal menjadi calon anak mudah Bali berkulit dan mata asing di negerinya sendiri. Dia bakal muncul ragu dan tidak pede.

Pasangan beda usia sudah menjadi pemandangan biasa. Wanita Bali dan lelaki turis asing. Lelaki Bali remaja dengan wanita paruh baya. Di bibir pantai Lovina dua wanita mudah bertelentang tanpa penutup dada. Keduanya sebentar bangun dan melumurkan tubuh dengan pelembab. Sesekali sambil menyemperot tanpa risih. Terkadang sambil saling berhadpan dan berpunggungan.  Di bawah pohon waru ada seorang ibu memijit seorang wanita muda. Ketika akan memijit tengkuk, wanita ini memunggungi laut melepaskan kutangnya. Di pinggir pantai seorang lelaki berpakaian tradisional Bali mundar mandir. Ketika menjelang tengah hari di tempat wanita telenjang ini dipenuhi orang Bali melakukan upacara larungan abu sehabis ngaben. Ada  seperangkat bunyian dengan dipimpin pemangku berpakaian putih dengan rambut terikat kemudian memegang lonceng sesekali melentikkan kembang dari jari tangannya. Dia membacakan mantra, seorang bapa bagian paling depan menghadap ke laut terus memegang kipas bulat. Dia terus membuat gerakan memutar. Upacara hikmat terjadi persis ditempat wanita telanjang berbaring santai menjemur badan.

Bali memang unik. Bali damai bagi siapa saja. Tetapi Bali harus juga dijaga agar Bali dan budaya serta umatnya tidak tergadai dan terjual habis. Kalau itu terjadi Bali tidak lagi pulau dewata. Karena canang dan wewangi dupa memudar karena kehilangan para dewata dan pemujanya. Tak akan mustahil Bali firdaus yang hilang dan ditemukan  menjadi firdaus yang kehilangan hijaunya. Bali akan menjadi gersang. Bali tak ada bedannya. Bali mungkin tidak akan eksotis lagi. Bali mungkin hanya punya pantai, danau dan gunung sama seperti yang lainnya.

Siapa pun yakin bahwa wewangian  dupa gaharu, cendana dan kembang aneka rupa dalam canang akan lebih berkenan di hadapan para Dewata bila pemujanya melambungkan  kebajikan yang harum mewangi. Lovina..Love Indonesia.. Love Bali.. Love Dewata

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PRESIDEN DAN GAJI PRESIDEN

Saya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, demikian ucapan yang sering keluar dari mulut presiden SBY pada banyak kesempatan. Dia sebagai kepala dan bukan pemilik. Karena memang negara ini bukan miliknya. Lalu apakah seorang presiden adalah pekerja, atau orang gajian biasa.  Sebagai pekerja dan orang gajian biasa, maka berlaku ungkapan pekerja patut mendapat upahnya. Lalu kalau upahnya kecil dan banyak kerjanya, mengapa  seorang mau jadi presiden?

Begitu banyak orang menanggapi keluhan sang Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesatuan memang selalu dikedepankan untuk tidak disebut Negara Kebebasan atau kebablasan. Semua tahu kalau gaji presiden kita kalah dari seorang pemain sepak bola dunia. Ya karena dia memang profesional. Ahli dalam bidangnya. Banyak orang profesional memperoleh hasil luar biasa.  Jadi presiden ini profesional atau tidak?  Ya jelas tidak. Dia kan orang politik.  Lalu apa beda politik dan sepak bola.  Diego Maradona sempat mau samakan sepak bola dengan politik. Tujuan menghalalkan cara. Ketika kaki dan kepala tidak bisa dimanfaatkan tangan Tuhan dihalalkannya.  Dieogo diselamatkan oleh wasit. Ingat hakim yang satu ini beda dengan hakim di pengadilan, yang punya waktu untuk pelajari berkas. Wasit mengenal keputusan sesaat (ein blink). Dalam sekilas waktu dia harus mengambil keputusan.

Dalam kepemimpinan gereja Katolik dikenal dengan istilah hamba dari para hamba Allah. Itu yang dijabat oleh orang tertinggi dalam gereja Katolik yang namanya Paus. Para aparat negara juga disebut pelayan masyarakat. Kalau begitu presiden juga adalah pelayan masyarakat. Tentu tidak sama dengan TKI. Masa presiden disamakan dengan TKI, yang adalah pembantu alias pelayan. Tapi maaf ada kesamaannya. Kerja siang malam juga pada saat orang lain istirahat dan tidur. Sang presiden kerja mati-matian siang malam. Demikian juga sang pembantu dan pelayan, yang sering dperkosa itu.

Mengeluh mungkin bukan dosa. Tetapi kalau presiden mengeluh tentang penghasilannya yang kecil, lalu bagaimana kita melihat dan bersikap atas masyarakat banyak. Musibah-demi musibah yang menyisakan duka derita berkepanjangan. Ada yang bunuh diri karena tidak mampu lagi mengatasi masalah ekonominya.  Banyak yang memperoleh penghasilan dibawah upah standar. Ada  banyak yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali nasib dan napasnya.Mengeluh sebenarnya hal biasa saja. Malah perlu untuk khatarsis jiwa. Sayangnya bapak presiden kita banyak mengeluhnya dan berbahsa indah, tetapi tidak dengan mengatakan mari kita  lakukan tindakan nyata.  Kami butuh ketegasan sikap dan tindakan.

Haruskan gaji presiden segera dinaikkan?  Banyak kepala banyak pendapat. Lalu bagaimana dengan pendapat anda?

Posted in Politik | Tagged , , , | Leave a comment

MENCARI KUTU

CINTA TERUNGKAP DALAM BERBAGAI CARA

Posted in Uncategorized | Leave a comment