PERE SENGE

Kata atau ungkapan pere senge dalam bahasa Ma’u berarti penyembuh perih atau penghilang rasa nyeri. Pere senge sesungguhnya adalah sarapan sekedar penghilang rasa lapar. Kata pere senge berkaitan dengan gotong royong atau kerja sama seperti pada saat membangun rumah, membuka lahan atau berkebun (ju hoe).

Pada saat kerja bergotong royong di kebun (ju hoe), semua orang terus menuju lokasi kerja. Aktivitas biasa diawali dengan bunyi gong atau kentong tanda undangan untuk bekerja. Orang-orang pantai selatan biasa pergi ke tempat kerja sebelum makan pagi. Sarapan biasa disiapkan oleh tuan rumah (pemilik kebun). Dan sarapan sederhana biasa terdiri dari ubi atau pisang rebus dan urapan daun singkong (uta ngeta) disertai minuman air atau kopi.

Waktu sarapan biasa sekitar jam 10 pagi. Pada saat itu semua orang sudah mulai sangat lapar dan bahkan mengalami rasa nyeri perutnya. Perut seakan berteriak minta diasupi makanan. Karena itu makanan ini disebut pere senge atau pemulih rasa perih.

About these ads

About atanagekeo

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s