Kalau ada yang aneh menurut saya adalah ikat kepala orang Nagekeo. Dalam bahasa daerah disebut Desu, lesu atau katanya dalam bahasa Indonesia disebut destar. Ukurannya sebesar tapak meja tamu. Kain ini terbuat dari batik dengan bagian tengah berwarna putih. Lelaki Nagekeo merasa gagah menggunakan ikat kepala dengan mencuatkan ujung berbentuk kluping atau tanduk.
Ada yang bertanya dari mana asalnya? Apakah ini asli orang Nagekeo. Dari segi produk kainnya, jelas ini adalah batik dan berasal dari Jawa. Hiasan kepala ini masuk ke Nagekeo, menurut saya melalui para pelaut yang berlayar ke Bima, Benoa, dan Banyuwangi. Kemudian menjadi barangĀ oleh para pedangan barang ini dijual di pasar.
Dalam kesehariannya orang Nagekeo tidak memakai ikat kepala ini. Pada masa lalu barang ini langka dan susah diperoleh. Teknik ikat kepala orang Nagekeo hampir sama dengan orang Bali.
Recent Comments