Salah satu kampung unik di wilayah Nagekeo adalah kampung Boamau. Boamau berarti kampung (bo’a) di pesisir pantai (ma’u). Ada satu kampung di wilayah Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo bernama Boamau yang letaknya jauh dari pesisir pantai. Kampung ini berada dalam wilayah tanah orang Kodi (Koli Sole) dekat Dobe dan Kota Keo. Sekitar dua tahun lalu dirintis jalan mobil melalui Pauijo ke Barat sampai Wolosambi. Kesulitan mendapat lahan dari pemilik tanah dari Wajo membuat jalur ini terlalu menikung terjal. Tetapi bagi masyarakat setempat pembukaan jalan ini disambut sukacita luar biasa. Sebelumnya untuk mencapai kampung ini orang harus melalui jalan setapak mulai dari Irueti, Puuwada dan Kalowoso. Jalannya begitu sulit melewati pinggir sungai dan sawah-sawah.
Kampung ini memiliki sebuah gereja kecil (kapel) yang dilayani oleh pastor paroki dari wilayah Maunori. Sebuah sekolah dasar sudah didirikan untuk menampung anak-anak warga kampung ini. Sekolahnya pun berafiliasi dengan sekolah dasar di wilayah desa Mbae Nuamuri .
Penduduk Boamau adalah warga pendatang dari kampung Nuamuri, desa Mbae Nuamuri. Orang pertama yang menetap di wilayah ini adalah Embu Dombo Sina. Menyusul kemudian Embu Ndiwa Goo ikut menetap di tempat ini.
Saat ini sudah lebih dari 30 keluarga menetap di kampung ini. Walau penduduk di kampung ini terus bertambah dan sudah mencapai 5 generasi, kampung ini tidak berdiri sendiri. Semua warga kampung ini terdaftar sebagai warga Desa Mbae Nuamuri yang letaknya sekitar 7 km dari kampung ini dan harus melintasi 3 wilayah administrasi desa.
Kehadiran kampung seperti Boamau memperlihatkan bahwa betapa kuatnya primordialisme dalam masyarakat Indonesia. Desa tidak lagi sekedar wilayah secara teritorial, tetapi desa harus merangkul kebersamaan turunan dan adat istiadat. Semua desa atau kabupaten yang memiliki beberapa kekuatan adat selalu menimbulkan masalah. Selalu ada intrik dan pertikaian. Pecahnya Ngada dan Nagekeo berbasa basi politik demi memperpendek rentang kendali kepemimpinan dan memperluas lapangan kerja dan mempercepat pembangunan ternyata kekisruhan menjelang pemilihan bupati merupakan salah satu pemicu pemisahan atau yang lebih biasa disebut pemekaran.



woooowwww indahnya kampung boamau ni samapi aku teringat akan kampungku sendiri di watuapi.ya….moga2 aja pembangunan jalannya cepat terselesaikan agar transportasi yang asa menuju pasar mauponggo lancar salam sejahtera bagi kita sekalian ata ma’u
Dion, dhei ri’a negha mampir ena sepu tenda te…