Kapur Sirih Nagekeo

Bibir dan bahkan gigi merah kehitaman suatu pemandangan yang biasa di Nagekeo. Orang Nagekeo baik laki maupun wanita banyak yang mengunyah sirih. Agak beda dengan daerah lain. Orang Nagekeo mengunyah buah sirih, bukan daun sirih.  Daun sirih dimanfaatkan bila sulit mendapatkan buah sirih. Buah sirih berbentuk lonjong sebesar jari orang dewasa. Buah sirih yang digunakan umumnya buah segar. bila terdesak buah yang sudah layu pun laku. Teman pemakan sirih adalah daging buah pinang dan kapur. Kapur sirih Nagekeo terbuat dari dua  macam bahan baku. Pertama adalah batu-batu yang berasal dari bunga karang yang sudah mati. Umumnya berwarna putih. Yang dalam bahasa daerah disebut powa.  Bahan yang lain adalah kulit kerang besar yang disebut kima uwi dan kima kae. Bahan-bahan ini mudah didapatkan di pinggir pantai. Tetapi pengerusakkan lingkungan akibat bom ikan bahan-bahan ini semakin langkah. 

Pembuatan kapur sirih adalah dengan membakar  powa (batu koral) atau kima.  Pertama menyiapkan tungku dengan membangun semacam benteng kecil berbentuk segi empat (dapu apo). DDalam kotak segi empat ini dihimpun bahan baku kapur (powa dan kima) kemudian ditempatkan kayu bakar diatas. tungku dibuat agar abu-abu hasil bakaran tidak beterbangan. Karena abu-abu sisa pembakaran koral berwarna putih sangat halus dan mudah diterbangkan angin. Pembakaran batu dan kima dilakukan pada sore hari.  Hasil pembakaran, berupa abu-abu berwarna putih halus dihimpunkan keesokan harinya.

About these ads

About atanagekeo

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 Responses to Kapur Sirih Nagekeo

  1. madjongke says:

    Jadi kapur sirih itu alami ya. Saya kira bukan. Makasih infonya

  2. susan says:

    Makasih atas infonya, di wikipedia pun saya ngga ketemu nyari artikel ttg kapur sirih…, tapi bahaya ga yah buat kesehatan

  3. Tanagekeo says:

    orang kampung saya hidup sampai usia sangat lanjut dan setiap hari mengunyah sirih bercampur kapur dan pinang..

  4. susi susanti says:

    Wow very is the best

  5. khairul from kota salak :trims infonya ya… karena selain campuran sirih…. di kampung saya digunakan pengenyal lontong….. dan ternyata lebih aman karena berbahan alami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s