Posted by: tanagekeo | July 21, 2009

KERAJINAN MENGANYAM SEKEDAR PENGISI SENGGANG

UMUM 762Saat ini plastik benar mendunia. Di Nagekeo mboda(keranjang dari pandan dan daun lontar) hampir tersisihkan. Pada perhelatan adat, dimana ine-weta ane-ana membawa pulang beras dan daging yang biasa ditempatkan di dalam mboda sekarang diganti dengan barang berbentuk sejenis dari plastik.  Hampir di setiap rumah atau pondok orang Nagekeo akan ditemukan keranjang plastik (jenis mboda yang bertali) teronggok di sudut-sudut rumah.

Berbagai masalah bakal timbul. Kelak akan ada penumpukkan sampah plastik. Kalau saja masyarakat membakar akan tertinggal residu plastik yang mencemarkan lingkungan. Flores memang semakin tercemar limbah plastik. Lihat saja pantai-pantai pasir di wilayah Sikka, Maumere begitu banyak sampah plastik buangan dari kapal-kapal ikan.

Dampak lain adalah orang Flores masih belum membedakan plastik layak pakai untuk makanan basah. Banyak yang masih menggunakan kantong plastik kresek berwarna hitam untuk mengirim nasi dan daging siap santap. Dalam satu kesempatan kami pernah memberikan penyuluhan di sebuah SMP bahwa plastik jenis ini berbahaya. Itu adalah plastik daur ulang dari sampah yang menjijikan. Dan tidak sekedar sampah kotor, tetapi zat kimianya sangat membahayakan kesehatan.

Perlu sebuah gerakan untuk kembali menganyam “mboda” (keranjangan) dari pandan(re’a) dan daun lontar (kodi)serta daun gebang (mbolo). Kalau saat ini menganyam hanya sekedar pekerjaan pengisi senggang waktu, maka perlu diarahkan menjadi sebuah industri rumah yang terkoordinir. Bila hal ini bisa dilakukan maka akan ada sentra kerajinan anyam atau semacam ‘SOJA NGANA”, dimana berbagai produk anyam diproduksi secara berkelanjutan. Secara otomatis akan muncul warung-warung kerajinan anyam . Pada acara adat yang membutuhkan “mboda pora are”, orang akan dengan mudah memesannya. Dengan demikian akan ada pengembangan dan peningkatan atau pemberdayaan ekonomi rakyat kecl. Pemerintah Nagekeo harus turut memotivasi masyarakat untuk mengembangkan kerajinan ini dengan menciptakan kader-kader wirausaha.


Responses

  1. saya suka kerajinan

  2. @ norfug: Saya sudah menghubungi penggerak kerajinan di desa. Tetapi sampai saat ini saya belum temukan pasar yang serius dan berkelanjutan. Jika berminat hubungi vitalisranggawea@yahoo.com


Leave a response

Your response:

Categories