Ada tiga kandidat presiden yang masuk dalam arena pemilihan presiden 9 Juli 2009. Kali ini paling menarik. Tiga calon memmpunyai nilai plus. Seorang rekan bisnis saya dari luar negeri bertanya,”Siapa yang paling baik?” Saya mengatakan siapapun yang terpilih bagi saya sebagai rakyat sama saja. Pikir punya pikir ternyata jawaban saya memperlihatkan sikap tidak berpribadian. Saya juga harus menentukan pilihan. Dan saya tidak bisa memilih ketiganya sekaligus. Saya pilih salah satu. Dan saya menentukannya atas pertimbangan saya sendri. SAYA PILIH MEGA PRO.
Pasti ada alasan yang membuat saya menentukan pilihan. Saya memilih MEGA PRABOWO karena komitmennya pada orang kecil. Mereka adalah pasangan yang pertama membuat kontrak jelas dengan kelompok kategorial kaum miskin. Dan itu yang paling menarik. Saya tidak pilih SBY karena kelak bakal dilingkari oleh orang-orang yang menginginkan hak ekslusif. Saya tertarik dengan JK WIRANTO, sama seperti lingkaran semacam SBY mulai memperlihatkan giginya.
Yang paling mencemaskan kita adalah kontrak politik yang tidak kelihatan dan diungkapkan dipermukaan. Khusus kelompok atau partai yang menghendaki hak-hak istimewa., bila hal itu terjadi maka akan ada diskriminatif. Ingat Amerika sangat memperjuangkan hak asasi, tetapi pada saat yang sama membendakan anak bekas budak di kebon kapas Amerika dan tuan -tuan tanah Eropa yang datang untuk berburu emas di Amerika. Saya takut kalau ada para calon yang seakan memperjuangkan kemajemukan, tetapi pada sisi lain menghidupkan semangat eklusivisme. Berbahaya bagi kesatuan dan persatuan kita. Permintaan porsi dalam kepemimpinan tingkat menteri dan juga berbagai RUU /Peraturan diskriminatif bakalan muncul. PILIH YANG NETRAL, puteri Pendasar Bangsa dan putera Bagawan Ekonomi Indonesia pasti yang paling netral.