KAIN TENUN NAGEKEO

Kain tenun Nagekeo terdiri dari 3 jenis, yaitu Hoba Nage, Ragi Woi dan Dawo. Orang Keo Tengah menyebut ketiga jenis kain ini dengan Dawo Nangge, Duka Wo’i dan Dawo Ende. Dawo Nagge atau hoba Nage adalah kain tenun ikat. Disebut tenun ikat karena pola kain dibuat dengan ikatan tali pada benang kemudian dicelup dalam campuran warna sebelum ditenun. Pola tenun dan warna sangat khas. Tenunan ini berasal dari wilayah sekitar Boawae.

Ragi Wo’i atau orang pantai Keo Tengah menyebutnya duka wo’i pembuatan pola dilakukan pada saat tenun. Benang warna di sisipkan seperti menyulam pada saat menenun. Ragi atau duka sering disebut duka Bay atau ragi Bay untuk hasil tenunan yang berasal dari wilayah Mbay dan duka Tonggo untuk tenunan yang berasal dari pesisir selatan di Tonggo, Maunura, Maundai, Mauromba.

Dawo atau dawo Ende benang tenun dipola dan dicelup (yarn dyed) sebelum ditenun. Kain ini disebut dawo Ende karena umumnya ditenun di wilaya Ende. Kebiasaan menenun ini masuk ke wilayah peisisir selatan Nagekeo karena banyak wanita dari pulo Ende atau dari wilayah “Ende khususnya yang beragama Islam menikah dengan penduduk setempat di kabupaten Nagekeo. Hasil tenun dawo Ende dikhususkan untuk kaum wanita.

About these ads

About atanagekeo

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

7 Responses to KAIN TENUN NAGEKEO

  1. Mary Medho Gogo says:

    Poa Ka’e…salam sejahtera!!!!saya selalu baca rubrik2 Ka’e, saran saya khusus untuk rubrik ini ditambah dengan foto/gambar luka,lawo atau ragi supaya orang dari luar daerah kita bisa malihatnya. ok???? Tuhan memberkati

  2. tanagekeo says:

    Terima kasih woso singgah di pojokan ini. Akan saya perhatikan.

  3. Densy "bu'er owa" says:

    Poa, leza dsbnya… sebenarnya ka’e nagekeo ba…
    Kreatif, bisa sebarluaskan berbagai informasi tentang nagekeo. Kabupaten kita masih dalam tahap pertumbuhan… So, kita harus lebih berperan mengenalkan Nagekeo ke berbagai pelosok via media yang satu ini.

    Salut dan terus berkarya sesuai talentamu

  4. tanagekeo says:

    @Densy: Terima kasih negha dhato ndia te. Ma’e ngasi jao punu sara ma’u. Jao ata Mauromba (Maunori), Keo Tengah.

  5. Tobby says:

    kombe…tanpa sengaja kutak katik intrnet.tiba2 ada forum seperti ini..sebagai ata nagekeo sya bangga skali,,,salut buat yg punya ide ini,,,jao ata USU PODENURA

  6. Ir. Rasali H Matondang MS says:

    Terima kasih atas infonya, kalau saya ingin mendapatkan data tentang potensi pengembangan tanaman pangan, perkebunan dan peternakan siap yang dapt dikontak?

  7. George Soo says:

    Terimakasih untuk yang sudah membuat forum ini. Semoga ini menjadi wadah buat kita berbagi,terutama kita yang ada di perantauan….kelak kita punya cara masing-masing membangun Nagekeo kita. George Soo, Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s