Posted by: tanagekeo | October 18, 2008

PASTOR KATHOLIK DIBUNUH DI FLORES

FAUSTIN SEGA , Imam muda yang pernah menjalankan Tahun Orientasi Pastoral di Mundemi dan kemudian bekerja di Paroki Maunor, Keo Tengah, Nagekeo, NTT  ditemukan membusuk di semak belukar di Olakile Kamis lalu.  Piala dan pakaian misa ditaruh di atas jenasah. Sedangkan Telepon genggam diambil pembunuh.  Pembunuh melarikan diri tetapi polisi dapat melacaknya melalui telepon sang pastor. Pembunuh memberikan telepon itu kepada seorang wanita.  Informasi segera menyebar. Hati pembunuh tidak tenteram Akhirnya mereka menyerahkan diri.

Suasana mencekam di Bajawa. Para pelaku kejahatan sadis ini berada dalam lindungan polisi. Sedangkan masyarakat menghendaki agar mereka bisa berhadapan dengan sang pelaku.  Keluarga besar almarhum terbakar emosi berdatangan ke Bajawa.

Kasus ini sedang ditangani oleh pihak yang berwajib di Bajawa, ibu kota kabupaten Ngada.


Responses

  1. Sungguh sebuah berita yang sangat mengejutkan, seorang imam yang periang, bersahabat dan berwajah teduh harus meniggalkan dunia ini dengan sangat mengenaskan. Betapa tak punya suara hati org yang membunuh. Untuk apa mengaku org Katolik klau perilakunya tak bermoral. Saya thu sgala sesuatu yang terjadi pasti ada sebabnya, tpi apakah kmu yang membunuh adalah orang yang sempurna??? Adakah satu manusia yang sempurna di dunia ini???? klo ada yang mengatakan ya, itu pembohong. Ataukah motif pembunuhan hanya karena ingin memiliki sebuah Hand phone?? Tapi kenapa harus sang gembala yg menjadi korban keinginanmu hai pembunuh??? Knapa tidak berkoban sendiri dgn bekeja keras utk mendapatkan apa yang diingini??? Sungguh bejat, tak bermoral, binatang aja masih punya rasa belas kasih dan afeksi terhadap sesama. Maaf kepada yang punya blog ini….saya terpaksa mengungkapkan kekecewaanku di sini. Rm. Faustine, doakan mereka yang meyebabkan kematianmu semoga mereka bertobat. Semoga tiba giliran mereka utk pergi dari dunia ini, mereka dpt meninggal dengan baik tidak dgn cara yang mereka lakukan kepadamu. Doakan juga kami yang masih mengembara di dunia ini dalam wahana panggilan yang sama, supaya mampu mewartakan kasih Allah di tengah dunia yang semakin tak karuan.
    @Florentina: Terima kasih atas kunjungan teristimewa catatan yang ditinggalkan di blog ini. Kita semua berduka cita. Kekatolikan kita memang sering hanya ketika masuk mengambil air berkat tanda salib. Wilayah pelaksanaan iman sangat sempit. Hanya sebatas halaman gereja. Apapun masalahnya, membunuh bukan jalan keluar. Tuhan berikan istirahat abadi bagi saudara kami Faustin. Tuhan berkati semua orang yang berkabung atas wafatnya Rm. Faustin.

  2. Mengenai kasus kematian kakakku tercinta Rm. Faustin Sega Pr, kami keluarga besar sudah mengikhlaskan kepergian Romo ke rumah Bapa di Surga. Kami yakin sekali kalau saat ini romo sudah berbahagia di Surga. Kami hanya bisa berdoa semoga pelaku ( 3 orang lagi ) yang saat ini masih bersembunyi, segera menyerahkan diri ke Polisi. dan berharap satu2nya saksi kunci (termasuk salah satu dari pelaku )yang ada di Polisi agar memberikan keterangan yang benar, dalam arti tidak memutarbalikkan fakta. Umat di Flores biasanya sangat hormat dengan biarawan/wati, tapi kenapa ada orang yang setega itu membunuh saudaraku??Gak tahu setan apa yang merasuk dan meracuni hatinya sehingga tega berbuat begitu. Membunuh dan membuang ke hutan,sampai wajahnya tidak dikenali.Gak mungkin alasan cuma pengen ambil 2 HP korban.sampai saat ini keluarga besar belum mendapat keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian.semoga Tuhan Yesus mengampuni apa yang sudah mereka lakukan. Amin

  3. @ Vonny: Kita semua berduka dan menyesalkan bahwa hal yang begitu tragis dan sadis terjadi atas seorang imam. Almarhum pernah bertugas di Mundemi dan Maunori. Mundemi adalah paroki pecahan dari Maunori. Rm Faustin sering kenal baik dengan keluarga saya di Mauromba.

    Saya bertemu dengan almarhum di pastora MBC Bajawa pada suatu pagi. Dia bersemangat dan penuh sukacita bercerita tentang pertemuannya dengan bapak saya di Romba. Dan sesudahnya saya tidak pernah mendengar tentang dia sampai ada berita duka dari keluarga di Mauromba, Keo Tengah, Nagekeo.
    Requiscat In Pace.

  4. Tks, kita sama2 doakan,mohon penerangan Roh Kudus smoga polisi bisa segera menangani kasus ini secara profesional, dan pelaku bisa menyerahkan diri, sehingga keluarga,umat yang ada di Maulo’o,Wolowiro bisa tenang. Sadis memang kematian dia. terdengar berita sebelum kematian dia disiksa terlebih dahulu di sebuah rumah, sesudah itu baru dibiarkan di hutan. Banyak isu yang mengatakan kalau salah satu pelaku datang mau urus ijin nikah, tapi karena pria ini masih punya istri, dia menolak. Tapi semua itu baru isu. Kami lagi menunggu hasil dari Polisi. Moga2 bisa lebih cepat polisi mengusut kasus ini.

  5. @vonny: Sebab kematiannya memang masih didalami. Ada versi lain … tapi masih sekitar pernikahan. Kita tidak usah memperkeruh dan memabakar amarah kerabat di Wolowiro dan Mauloo.
    Semoga Tuhan menguatkan dan menenangkan hati dan perasaan mereka yang ditinggalkan.

  6. Ya, memang pada umumnya org flores mengharagai imam, biarawan/wati dan bahkan ada menjadi pahlawan klo imam, biarawan/wati dalam bahaya. Tapi itu orang flores yang sungguh menghayati iman katoliknya, yang tidak hanya katolik KTP. Saya yakin para kriminalis itu yang katoliknya hanya pada saat mo kawin, yang tidak tahu aturan mainnya sehingga Romo yang harus jadi korban. Klo bukan seorang imam perkawinan seorang katolik tidak akan bisa dinyatakan sah. Kita doakan semoga kebenaran segera terungkap.

  7. @ Florentina: Ada cibiran orang daerah lain tentang kekatholikan orang Flores. Ada yang bilang yang katholik itu pulau Floresnya, tapi bukan manusianya.
    Ini menjadi renungan bagi kita semua. Apakah iman kita hanya berhenti didalam gereja atau halaman gereja?
    Kalau orang katholik tidak menghargai imamnya dan bahkan membunuhnya, bagaimana sikap orang yang berseberangan dengan kita?

  8. masih banyak versi alasan kenapa romo dibunuh, tapi saya tidak berani ungkapkan disini sampai ada kejelasan dari pihak berwajib. Kita doakan saja semoga dosa mereka diampuni, dan kasus ini segera terungkap, sehingga umat bisa tahu. Saudara saya yang ada di Maulo’o dan Wolowiro saat ini masih bisa menahan diri, karena seruan Bapa Uskup Agung Ende untuk bersabar sampai kasus ini terungkap.

  9. @Vonny: Anjuran bijak dari Bapak Uskup Agung Ende patut kita hargai. Memang kemarahan tidak menyelesaikan masalah. Mengahadapi masalah dengan cara bermasalah akan membuat kita terperangkap lebih jauh dalam masalah dan tak berkesudahan.

  10. Cibiran orang daerah lain itu menjadi refleksi kita semua. Saya rasa apa yang orang bilang itu benar. Buktinya tragedi yang barusan terjadi itu menunjukan bahwa yang katolik itu pulau flores bukan orang flores. Memang sih tidak semua orang flores seperti itu.

    @florentina: Ya, jelas tidak semua orang Flores Katholik asal-asalan….Artinya pasti ada yang hanya Napas (Natal Paskah) Katholik. Masuk yang manakah kita…. Ini yang jadi refleksi.

  11. Di mana hati? Di mana kasih? Di mana Cinta? Di mana Flores yang Katolik…
    Saya mengharapkan yang berwenang mengusut tuntas kasus ini dan menghukum pelakunya seberat-beratnya..
    Vonny.. yang tabah ya… Yesus tidak pernah tidur.. Believe It…

  12. Kebiadaban, Kecongkakan hati dan segenap hidup para pelaku bejat, begitu akrab dengan sapaan BINATANG…..satu hal esensial membangunkan naluri kebinatangan adalah menjadikan mereka binatang dan dijual tanpa harga.
    Saya amat yakin…Romo Faustin Sega yang ditabhiskan Allah sebagai Gembala melalui Uskup, TIDAK MEMBIARKAN MISTERI INI ADA.DALAM DOA SAYA: BIARKAN DARAH ROMO FAUSTIN YANG MENGEJAR PELAKU BINATANG2 ITU.

  13. BAGI SIAPA SAJA YANG AMBIL BAGIAN DENGAN DARAH ROMO FAUSTIN YANG TAK BERDOSA DAN ATAU MENSPEKULASI PELBAGAI CARA ATAS ANAK ALLAH AKAN MENANGGUNG MURKA ALLAH UNTUK DIRINYA DAN KETURUNAN2NYA. BEGITU PULA BAGI YANG CUCI TANGAN DENGAN GAMPANG ATAS KASUS ROMO FAUSTIN.
    TUHAN PULA AKAN MENJADIKAN TEMPAT DIMANA ANAKNYA BERBARING DIPAKSA MATIDENGAN BENCANA2 DAHSYAT. (SAYA AMAT YAKIN)

  14. KEPADA PIHAK YANG MENGKLAIM MASYARAKAT SEBAGAI MITRANYA…BUKTIKANLAH IDENTITASMU AGAR TIDAK PUDAR ATAU SEKEDAR MOTTO.
    TUNTASKAN KASUS ROMO FAUSTIN DENGAN PROFESIONAL. SAYA BERSUARA SEBAGAI MITRA.ITULAH FUNGSI KONTROL DAN PARTISIPASISAYA SEBAGAI MASYARAKAT AWAM.

  15. DARAH ROMO FAUSTIN AKAN MENGEJAR PAA PELAKU2 DAN SIAPA SAJA DI BALIK KASUS KEMATIAN ROMO FAUSTIN.

  16. DARAH ROMO FAUSTIN AKAN MENGEJAR PARA PELAKU2 DAN SIAPA SAJA DI BALIK KASUS KEMATIAN ROMO FAUSTIN.

  17. Issu boleh berkembang n’ versinya boleh bermacam-macam, tapi yang jelas bahwa “sang gembala” meninggal dengan cara yang tidak wajar. Apakah kita hanya berdiam diri dan pasrah bahwa itu sudah ajalnya?? Jelas bahwa nurani kita sebagai orang Katolik berontak, tapi mau gimana lagi … hukum dan aparatnya punya kuasa jauh diatas keterbatasan kita. Tuhan tidak menutup mata kok…. DIA sudah membukakan lebar-lebar pintu neraka bagi pelaku dan menyambut serta menuntun Sang Gembala kedalam rumahNYA………itu pasti!!!

  18. Saya mengenal rm. Faustin ketika memimpin perayaan ekaristi di stasi watunggegha, paroki hati kudus maunori. Ketika itu saya sedang cuti kerja dari Nanggroe Aceh Darusallam. Ketika saya kembali ke Aceh saya mendengar kabar kalau beliau meninggal dengan cara demikian. Sungguh sangat terperanjat. Kepada almarhum saya panjatkan doa.
    Kris, Jao ata Lomba. Kau pasti ata Lomba mogha. La mina ta emba?

  19. kita doakan yah.. bir rm. Feustine damai di sisinya.

  20. bagaimana dengan perkembangan masalah Rm. Faustin? Kami dari luar negeri ingin agar blog ini bisa memberikan sedikit gambaran mengenai perkembangan kasus ini yang terakhir. trims atas blognya dan selamat hari minggu.

  21. “Homo Homini Luppus” manusia menjadi seriga bagi sesamanya. menyedihkan. kematian bisa kena kepada siapa aja. setiap orang punya naluri untuk membunuh, dan korban bisa siapa aja. termasuk romo faustin. ya, fakta telah ada, domba telah menggiring gembalanya ke tempat pembantain. Tuhan kuatkanlah kami untuk tetap tabah dan bijaksana mencari makna yang terdalam dalam peristiwa ini. mari kita belajar dari pengalaman dan tragedi yang terjadi di flores yang nota bene mayoritas katolik dan tingkat penghormatan terhadap para imam, biarawan/i begitu tinggi. selamat jalan Romo yang baik. doakan kami untuk saling memaafkan dan mengampuni seperti yang telah engkau tunjukan dalam karya dan pelayanan sebagai imam. Tuhan memberkati kita semua.
    @Fritz: TERIMA KASIH UNTUK SYMPATI DAN DOA. SEMUA TELAH TERJADI. SEMOGA KAWANAN GEMBALA TIDAK JADI LUPUS. KARENA YANG KITA TAKUTKAN ADALAH KETIKA BINATANG JINAK MENJADI LIAR DAN GARANG.

  22. Umat beriman harus berdoa agar kasus romo dapat ditangani oleh penegak hukum yang memiliki moral hukum yang dapat dipertanggunggungjawabkan dihadapan manusia dan Allah. Profisiat pak Polisi Polda NTT

  23. memang sangat memprihatinkan… seseorang tega membunuh sang gembala.. di mana hati nurani hai manusia?????? masihkah kamu mau menyalibkan Tuhan mmu?????

  24. semoga Tuhan kita Yesus Kristus memberikan pengampunan kepada sang pembunuh dan semoga iman kita yang berduka semakin diteguhkan…

    Bagi keluarga almarhum romo Faustin, Tuhan memberikan kekuatan dan perlindungan serta mendengarkan permohonan-permohonan kita,

  25. why????????? da pa dengan si pembunuh???????? di mana hatinya, di mana imannya???

  26. sata sebagai ora ng katolik merasa sangat sedih mendengar kabar ini,

  27. saya mengharapkan yang berwenag menghukum plakna seberat-beratnya.

  28. sebelumnya saya mengucapkan turut berbela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan Rm Faustin, Pr.

    dari kasus Rm Faustin ini saya melihat adanya kejanggalan seperti yang terjadi pada kasus Philipus Kia Ledjap orang dari Lembata bersama anak dan istrinya yang dituduh telah membunuh satu keluarga di Jakarta Timur.

    dalam mencermati kasus ini seyogya nya haruslah berimbang jangan kt langsung memvonis para tersangka sbagai pelaku pembunuhnya.
    agar menjadi jelas kasus ini, semua pihak harus mendukung tak terkecuali keuskupan Agung Ende, agar dapat memberikan kemudahan2 kepada penyidik untuk mencari keterangan dari teman2 korban.
    tidak ada maksud untuk mempekeruh keadaan dan menambah emosi keluarga, namun diharapkan jangan sampai kita mengorbankan orang yang tidak bersalah, yang tidak mengeathui apa-apa. karena berdasarkan hasil visum et repertum tidak ada kekerasan benda tumpul seperti yang dituduhkan oleh Polda NTT.
    marilah sama2 kita semua dengan arif dan bijaksana melihat kasus ini.
    sampai saat ini saja kepolisian masih belum dapat menemukan motif pembunuhannya. motif yang ada skarang sangat prematur (krn masalah berkat pernikahan), ditambah lagi hasil temuan JPIC yang sangat2 tidak akurat dan tidak berdasar sama sekali (dapat membentuk opini masyarakat secara NEGATIF).

  29. kadang manusia menjadi lupa diri dan hilang ingatan hanya karna di iming-iming sedikit uang semua jadi gelap mata.seperti yang terjadi pada saudara kita Rm.Faustin dia dibunuh dan disiksa seperti binatang,kami slalu berdoa buat Romo semoga Romo diterima disisi Kanan Bapa di Surga,bagi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan hati agar bisa menghadapi cobaan ini dengan tersenyum.

  30. Bro, gak ada piala dan pakaian misa di atas Jenazah.. Mohon proporsional dan akurat dalam memberikan informasi. Jangan malah memprovokasi.
    Romo ditemukan tewas. saat itu dia mengenakan pakaian hitam bertuliskan ‘Kekerasan Bikin Gak Kerasan’
    Yang ada bersama Romo pada saat jenazahnya ditemukan adalah:
    - 1 buah tas warna hitam merk Alto dimana ada bekas muntahan.
    - 1 kaos oblong tulisan Infanteri
    - 1 switer hitam
    - topi tulisan Tri Hari Mudika Ritti KEv. Bajawa
    - kunci sepeda motor
    - gunting kuku
    - 1 unit sepeda motor GL Max
    Anyway, temen2 yang memberi tanggapan mohon tidak memberikan informasi tanpa memegang data yang cukup bisa dipertanggungjawabkan.
    Semoga kita semua siap menerima, pa pun fakta yang kelak kemudian terungkap di persidangan.
    sebagai informasi, Thresia Tawa, orang terakhir yang bersama Romo saat ini sudah dilepaskan dari Tahanan Polda NTT.
    Baca berita di Kupang Ekspos hari sabtu 27 atau minggu 28 Juni 2009 untuk informasi yang semoga tidak mengejutkan kita semua.
    “Solus Populi Suprema Lex”

  31. @Juvri: Terima kasih atas kunjungan ke blog ini. Saya memang tidak pernah mengupdate berita tentang meninggalnya Romo Faustin Sega. Berita itu dibuat atas informasi telepon dari saudara saya Anton Ranggawea, yang begitu berduka atas musibah ini. Ternyata banyak yang membacanya dan memberi tanggapan. Terima kasih kalau ada yang memberi komnetar sambil memperjelas dengan menambah fakta-fakta baru.
    Yang jelas kita semua berduka atas meninggalnya seorang pastor Katholik secara tidak wajar. Kita percaya pada saat keadilan manusia tidak bisa ditemukan, Tuhan menjadi tempat kita berlari mencari keadilan akhir.


Leave a response

Your response:

Categories