Posted by: tanagekeo | September 3, 2008

Minyak Cengkeh Nagekeo

Pagi ini jam 0445WIB saya menelpon Pak Agus Kepala Bidang Industri dari Kabupaten Nagekeo. Suaranya lemah masih ngantuk naik kereta api dari Surabaya ke Jakarta. Kemarin saya hubungi masih di Maumere. Mendapat jadwal terbang sore ke Surabaya. Saya minta kalau diijinkan  bawa tuak ke Jakarta. Tetapi katanya dia dapat informasi, jangankan tuak air minum saja tidak boleh. Saya tidak kecewa tetapi terkdang rindu meneguk moke Flores, apalagi dari Maumere.  Dia datang bersama dua orang lain yang bakal magang di sebuah perusahaan penyulingan minyak cengkeh di Cikeas. Saya belum mendapat informasi yang lebih jelas. Pak Agus berjanji untuk menyisihkan waktu untuk membicarakan beberapa hal. Setelah 33 tahun di jakarta, saya kini tertarik dengan banyak hal di Nagekeo.

Informasi tentang pak Agus saya dapat dari Pak Aron, yang juga pegawai Pemda Nagekeo. Sebelumnya Aron sempat ke Jakarta sambil membawa minyak cengkeh olahan Nagekeo untuk uji laboratorium. Menurut informasi bahwa minyak cengkeh Nagekeo berkwalitas sangat baik. Ada inisiatif aktif dari pejabat kabupaten Nagekeo untuk mencari partner kerja sama produksi dan terutama pemasaran produk minyak cengkeh. Tentu ini memberikan harapan.Dan satu harapan saya, Nagekeo akan menjadi harum seharum minyak cengkeh.


Responses

  1. salam kenal……… saya ancha.. saya juga tertarik usaha minyak cengkeh namun saya sangat kesulitan cara penyulingan dan pemasaran mungkin ada petunjuk atau saran….. mohon bantuannya
    maksish sebelimnya……..
    @ Anca: Penylulingan minyak cengkeh tanya orang perindustrian pak Aron di Mbay, dan pasar minyak cengkeh sungguh masih sangat besar. Guna minyak untuk biang wangi-wangian (parfum)salah satu pabrik besar di Cileungsi membeutuhkan sangat. Saya bisa bantu.


Leave a response

Your response:

Categories