|
BERDIRINYA KABUPATEN NAGEKEO Secara hukum Nagekeo berdiri atas dasar UU No 2/2007 tentang pembentukan kota/kabupaten baru. DPR telah menyetujui Rancangan Undang-Undangnya pada 8 Desember 2006. Sedangkan peresmian Nagekeo sebagai kabupaten baru dilakukan pada 22 Mei 2007, oleh Mendagri Ad Interim Widodo AS. Saat bersamaan, Elias Djo ditunjuk sebagai pejabat bupati. Kabupaten Nagekeo adalah 1 dari 16 Kabupaten/Kota baru yang dimekarkan pada 2006. Ke-16 Kabupaten/Kota baru tersebut adalah Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kota Subulussalam, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Batubara, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sumba Tengah dan Kota Kotamobagu. WILAYAH KABUPATEN NAGEKEO Ibu Kota : Mbay Luas wilayah : 1.416,99 km2 Penduduk : 119.104 Jiwa (24.331 kk) Mata Pencaharian : 18.954 kk Petani Wilayah Pemerintahan: 7 Kecamatan 1. Kecamatan Mbay 5. Kecamatan Mauponggo 2. Kecamatan Aesesa 6. Kecamtan Keo Tengah 3. Kecamatan Boawae 7. Kecamatan Nagaroro 4. Kecamatan Wolowae POTENSI DAERAH NAGEKEO Potensi ekonomi kabupaten Nagekeo terdapat dalam bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan juga Pertambangan.. Sektor Pertanian Di bidang pertanian, misalnya, Nagekeo menyimpan potensi luar biasa. Dari luas wilayah Nagekeo 1.416,99 km2, terdapat 69.581,4 ha lahan pertanian yang terindikasi berpotensi. Namun lahan yang fungsional hanya seluas 30.720,99 ha atau seluas 38.860,41 ha lahan masih berupa lahan tidur. Khusus di Mbay sendiri, dari 50.325 ha luas wilayah, terdapat 8.664,26 ha lahan yang berpotensi, sementara 8.126,8 ha lahan yang fungsional. Lahan sawah di Mbay yang berpotensi sebanyak 4.272,67 ha, yang fungsional 3.735,21 ha. Sementara lahan kering di Mbay seluas 4.391,59 ha semuanya sudah difungsikan. Peruntukan Potensi Lahan Areal Potensi (ha) Fungsional (ha) Sawah 6.459,11 5.116,87 Lahan Kering 63.122,29 25.604,12 Hasil pertanian/perkebunan petani di Kabupaten Nagekeo, menurut data Bimas Ketahanan Pangan Ngada tahun 2005 lalu, tujuh kecamatan di kabupaten ini baru menghasilkan beberapa komoditi pertanian. Produktivitas Lahan Komoditas Luas Lahan (ha) Jumlah Produksi (ton/tahun) Padi Sawah 5.766 28.877 Padi Ladang 1.678 ha 3.319 Jagung 4.207 11.046 Kedelai 64 55 Kacang Tanah 254 182 Kacang Hijau 187 152 Ubi Kayu 1.515 16.476 Ubi Jalar 455 2.758
Sumber : Bimas Ketahanan Pangan Ngada,2005
SEKETOR PERIKANAN Nagekeo memiliki potensi laut yang cukup menjanjikan. Potensi nener (bandeng) dan udang di perairan Marapokot amat besar. Dulu, pada era 1980-an, dari perairan Marapokot bisa menghasilkan 50 juta nener per tahun. Sebagian besar dikirim ke tambak-tambak bandeng di Jawa Timur. Sampai saat ini belum digarap secara serius penangkapan ikan dan budidaya rumput laut. SEKTOR PETERNAKAN Di sektor peternakan, Nagekeo kaya akan kambing/domba, khususnya di Kecamatan Aesesa yang dikirim hingga ke Sulawesi Selatan. Selain itu, ada juga ternak kerbau, sapi, babi dan unggas. SEKTOR PERTAMBANGAN Nagekeo cukup kaya dengan beberapa bahan galian seperti galian konstruksi, galian industri dan galian logam mulia. Hasil penelitian LPPM-ITB menyatakan, potensi bahan galian, antara lain bahan galian golongan C (BGGC), diantaranya bahan galian konstruksi (sirtu), bahan galian industri (tanah liat, marmer, granodiarit dan zeolit) serta bahan galian logam (emas, perak, tembaga, biji besi dan mangan). Bahan galian konstruksi, yakni sirtu ada di Kecamatan Aesesa, yang terindikasi sebanyak 2.783.483 m3. Sirtu di Kecamatan Boawae berada pada lahan seluas 383 ha dengan jumlah hipotik 191.908.817 m3. Sementara untuk bahan galian industri yakni tanah liat juga terdapat di Danga (Aesesa) yang penyebarannya pada 753 ha dengan ketebalan 2 M yang terdata secara hipotik 15.078.786 M3. Sementara itu di Desa Nggolonio terdapat Granodiorit pada 679 ha dengan data hipotik sebesar 339.000.000 M3. Sementara Zeolit terdapat di Marapokot (Aesesa) dengan luas penyebaran 9,6 ha dengan indikasi 1.387.598 m3. Di Nagaroro zeolit tersebar di pinggri jalan Bajawa hingga Ende seluas 313 ha yang terdata secara hipotik sebanyak 265.334.055 m3.
SEKTOR KERAJINAN |
|
Kerajinan Tenun : Mbay, Tonggo dan Maundai (senda woi dan pete) Kerajinan Anyaman : Keo Tengah, Nangaroro (Lontar dan pandan) |
Posted by: tanagekeo | April 8, 2008
NAGEKEO DALAM KILAS
Posted in Uncategorized | Tags: Uncategorized
Maaf, Ada keterangan tentang lambang kabupaten nagekeo tak.. saya butuh nih.. makasih sebelumnya..
By: ben on May 3, 2008
at 11:11 am
Selamat! Blog ini perludikembangkan sebagai media komunikasi dan promosi nua-ola kita, Nagekeo.
Proficiat bagi yang berinisiatif membuat blog ini. GBU
By: Maxi on May 13, 2008
at 9:40 am
@ben: Saya juga sudah 33 tahun dirantau. Saya jadi sadar saya juga tidak pernah melihat lambang itu.
By: tanagekeo on June 23, 2008
at 6:05 am
@Maxi: Terima kasih sudah kunjungi blog ini. Saya tidak begitu entusias mengelola blog ini. Sudah lama saya abaikan. Mungkin kunjungan kalian memacu saya untuk menggali beberapa khazanah daerah yang terlupakan.
By: tanagekeo on June 23, 2008
at 6:10 am
salam kenal,saya nando orang nasawewe keo tengah,yg ada di jakarta. sy harap segenap warga nagekeo dan aparat terkait,bersama-sama membangun nagekeo menjadi kabupaten teladan dan mandiri.
By: nando doke on November 21, 2008
at 3:26 pm
gmana berita nagekeo sekarang,ada info update???ngao keze
By: manukako on January 17, 2009
at 12:54 pm
kebanggaan sebagai kita ata Nagekeo harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata untuk berpikir tentang pembangunan Nagekeo secara komprehensif, yang saya sesali adalah masih banyak putera Ngekeo di tanah rantauan yang bergerak tidak atas nama Nagekeo. mari kita nyatakan kecintaan kita sebagai kita ata Nagekeo berawal dari pengakuan bahwa kita sudah punya dapur sendiri.
By: Yanssen Arnold on February 2, 2009
at 3:25 pm
halooooow….saya Hildegardis dari boawae tepatnya didesa rowa n skrg di Yogyakarta. mari berjuang bersama membangun nagekeo dengan damai, sukucita dan penuh kekeluargaan. Berjuanglah bersama atas dasar
“Kolo Sa Toko Tali Sa Tebu”
Lovvvv yu
“N A G E K E O”
By: Hildegardis Ghela on March 27, 2009
at 5:35 am
maju terus nagekeoq
By: Risty on April 6, 2009
at 5:57 am
maaf mau tanya, kalo dari Jakarta ke Kabupaten Nagakeo naik apa ya? tolong info detailnya dong… Thank’s
By: CG on April 17, 2009
at 6:56 am
mai kita ata nagekeo…kita jaga modo-modo nua oda kita. kita junjung tinggi tanah mata muri kita.
mae papa kiki
mae papa wago
mae papa ngisi
kita bangun nagekeo ne’e ate ta ndala
kita tau muri ana embu kita ne’e ate ta bhala
mai…mai rembu sa kita…BANGUN NAGEKEO
By: ferry soo on May 20, 2009
at 3:07 pm
Maju terus,..bangun nagekeo
@SELVI : Terima kasih sudah mau mampir di pojok ini.
By: selvi on May 27, 2009
at 3:53 am
ja’o sena baca tentang nagekeo,serasa kita ada di tanah nagekeo. Ka’e emba foto-foto tana watu- nua oda kita?
By: fia on June 5, 2009
at 6:14 am
om salam jumpa lagi, maaf ja’o baru kunjung lagi blong te, maklum ja’o selama tiga minggu lebih ke pedalaman Aceh yang sama sekali gak ada signal, internetan via hp sulit. Tapi ja’o senang ngada kunjungi lagi blog te…satu-satunya blog yang membuat anak rantau merindukan kampung halaman…membaca blog ini seperti sedang mengobrol tentang kampung halaman di Nage Keo…yang paling menyentuh saya adalah ketika ada kata-kata adat, pata pede yang di tulis atau yang dikomentari ata kita…sangat menyentuh…om ja’o kangen dengan udu mbuju eko lomba…
@KRIS: Jao senang tama ena blog-blog ata kita pu’u mena nua. Jao terus-terus posting uru jao tei ngge dera datu ata kita buka blog nagekeo. Jao sedang merencanakan untuk berkomunikasi dengan ana udu mbuju eko lomba. Ede kita menga dora pa, kita ana ko’o Udu mbuju eko Lomba. Jao nambu te dheko mbabho ngasi tau welo kapela Watunggegha. Wengi pira jao ndii reta nua wuda rua lesi. Mai kita su’u wangga sama-sama.
Salam jao akan selalu kunjungi blogmu. Aku tertarik dengan tulisanmu. Saya sudah lama meninggalkan itu dan masuk dalam komunitas kerja yang membuat saya kurang kritis dalam berbahasa.
By: kris bheda on August 15, 2009
at 3:21 am
maju terus Om, melalui dunia maya kita bisa berbagi cerita, jao selalu mengunjungi mogha blog te…melepas kangen, memperkaya wawasan dan peduli kampung dan negeri
By: kris bheda on August 18, 2009
at 12:13 pm
@Kris: Terima kasih untuk dukungannya… tabe woso pu’u ndia Jakarta…
By: tanagekeo on August 18, 2009
at 2:19 pm
sebagai putra asli nagekeo,wajib hukumnya bagi kita untuk mengetahui dan terus memantau proses pembangunan kabupaten kita tercinta. Salah satu sarana yang sangat membantu yakni lewat blog. Nga,o secara pribadi sangat bersyukur ada bloger2 asli nagekeo yang selalu menghadirkan berita2 terkini mengenai nagekeo.” MAJU TERUS NAGEKEO”
By: vincent segudo on September 7, 2009
at 1:06 pm
Om, no hp ta numai ne ganti ka om? Jao beberapa kali
hubung tado
By: theofilus on October 15, 2009
at 5:33 pm