Posted by: tanagekeo | April 8, 2008

NAGEKEO DALAM KILAS

 

BERDIRINYA KABUPATEN NAGEKEO

Secara hukum Nagekeo berdiri atas dasar UU No 2/2007 tentang pembentukan kota/kabupaten baru. DPR telah menyetujui Rancangan Undang-Undangnya pada 8 Desember 2006. Sedangkan peresmian Nagekeo sebagai kabupaten baru dilakukan pada 22 Mei 2007, oleh  Mendagri Ad Interim Widodo AS. Saat bersamaan, Elias Djo ditunjuk sebagai pejabat bupati. 

Kabupaten Nagekeo adalah 1 dari 16 Kabupaten/Kota baru yang dimekarkan pada 2006. Ke-16 Kabupaten/Kota baru tersebut adalah Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kota Subulussalam, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Batubara, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sumba Tengah dan Kota Kotamobagu.

WILAYAH KABUPATEN NAGEKEO

Ibu Kota                 : Mbay

Luas wilayah          : 1.416,99 km2

Penduduk                :  119.104 Jiwa (24.331 kk)

Mata Pencaharian  :   18.954 kk Petani 

Wilayah Pemerintahan:  7 Kecamatan

1. Kecamatan Mbay                   5. Kecamatan Mauponggo

2. Kecamatan Aesesa                 6. Kecamtan Keo Tengah

3. Kecamatan Boawae                7. Kecamatan Nagaroro

4.  Kecamatan Wolowae

POTENSI DAERAH NAGEKEO

 Potensi ekonomi kabupaten Nagekeo terdapat dalam bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan juga  Pertambangan..                

Sektor Pertanian

Di bidang pertanian, misalnya, Nagekeo menyimpan potensi luar biasa. Dari luas wilayah Nagekeo 1.416,99 km2, terdapat 69.581,4 ha lahan pertanian yang terindikasi berpotensi. Namun lahan yang fungsional hanya seluas 30.720,99 ha atau seluas 38.860,41 ha lahan masih berupa lahan tidur. Khusus di Mbay sendiri, dari 50.325 ha luas wilayah, terdapat 8.664,26 ha lahan yang berpotensi, sementara 8.126,8 ha lahan yang fungsional. Lahan sawah di Mbay yang berpotensi sebanyak 4.272,67 ha, yang fungsional 3.735,21 ha. Sementara lahan kering di Mbay seluas 4.391,59 ha semuanya sudah difungsikan.

Peruntukan Potensi Lahan

 Areal                                  Potensi (ha)                              Fungsional (ha)

Sawah                                 6.459,11                                  5.116,87

Lahan Kering                      63.122,29                                25.604,12

Hasil pertanian/perkebunan petani di Kabupaten Nagekeo, menurut data Bimas Ketahanan Pangan Ngada tahun 2005 lalu, tujuh kecamatan di kabupaten ini baru menghasilkan beberapa komoditi pertanian.

Produktivitas Lahan

Komoditas                   Luas Lahan (ha)                        Jumlah Produksi (ton/tahun)

Padi Sawah                  5.766                                       28.877

Padi Ladang                 1.678 ha                                   3.319

Jagung                          4.207                                       11.046

Kedelai                        64                                            55

Kacang Tanah              254                                          182

Kacang Hijau               187                                          152

Ubi Kayu                     1.515                                       16.476

Ubi Jalar                       455                                          2.758

           

Sumber : Bimas Ketahanan Pangan Ngada,2005

  

SEKETOR PERIKANAN

 Nagekeo memiliki potensi laut yang cukup menjanjikan. Potensi nener (bandeng) dan udang di perairan Marapokot amat besar. Dulu, pada era 1980-an, dari perairan Marapokot bisa menghasilkan 50 juta nener per tahun. Sebagian besar dikirim  ke tambak-tambak bandeng di Jawa Timur.  Sampai saat ini belum digarap secara serius penangkapan ikan dan budidaya rumput laut.

SEKTOR PETERNAKAN

Di sektor peternakan, Nagekeo kaya akan kambing/domba, khususnya di  Kecamatan Aesesa yang dikirim hingga ke Sulawesi Selatan. Selain itu, ada juga ternak kerbau, sapi, babi dan unggas.

SEKTOR PERTAMBANGAN

Nagekeo cukup kaya dengan beberapa bahan galian seperti galian konstruksi, galian industri dan galian logam mulia.  Hasil penelitian LPPM-ITB menyatakan, potensi bahan galian, antara lain bahan galian golongan C (BGGC), diantaranya bahan galian konstruksi (sirtu), bahan galian industri (tanah liat, marmer, granodiarit dan zeolit) serta bahan galian logam (emas, perak, tembaga, biji besi dan mangan).

Bahan galian konstruksi, yakni sirtu ada di Kecamatan Aesesa, yang  terindikasi sebanyak 2.783.483 m3. Sirtu di Kecamatan Boawae berada pada lahan seluas 383 ha dengan jumlah hipotik 191.908.817 m3. Sementara untuk bahan galian industri yakni tanah liat juga terdapat di Danga (Aesesa) yang penyebarannya pada 753 ha dengan ketebalan 2 M yang terdata secara hipotik 15.078.786 M3.

Sementara itu di Desa Nggolonio terdapat Granodiorit pada 679 ha dengan data hipotik sebesar 339.000.000 M3. Sementara Zeolit terdapat di Marapokot (Aesesa) dengan luas penyebaran 9,6 ha dengan indikasi 1.387.598 m3. Di Nagaroro zeolit tersebar di pinggri jalan Bajawa hingga Ende seluas 313 ha yang terdata secara hipotik sebanyak 265.334.055 m3.

 

 SEKTOR KERAJINAN

 Kerajinan Tenun      : Mbay, Tonggo dan Maundai (senda woi dan pete)

Kerajinan Anyaman : Keo Tengah, Nangaroro (Lontar dan pandan)


Responses

  1. Maaf, Ada keterangan tentang lambang kabupaten nagekeo tak.. saya butuh nih.. makasih sebelumnya..

  2. Selamat! Blog ini perludikembangkan sebagai media komunikasi dan promosi nua-ola kita, Nagekeo.
    Proficiat bagi yang berinisiatif membuat blog ini. GBU

  3. @ben: Saya juga sudah 33 tahun dirantau. Saya jadi sadar saya juga tidak pernah melihat lambang itu.

  4. @Maxi: Terima kasih sudah kunjungi blog ini. Saya tidak begitu entusias mengelola blog ini. Sudah lama saya abaikan. Mungkin kunjungan kalian memacu saya untuk menggali beberapa khazanah daerah yang terlupakan.

  5. salam kenal,saya nando orang nasawewe keo tengah,yg ada di jakarta. sy harap segenap warga nagekeo dan aparat terkait,bersama-sama membangun nagekeo menjadi kabupaten teladan dan mandiri.

  6. gmana berita nagekeo sekarang,ada info update???ngao keze

  7. kebanggaan sebagai kita ata Nagekeo harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata untuk berpikir tentang pembangunan Nagekeo secara komprehensif, yang saya sesali adalah masih banyak putera Ngekeo di tanah rantauan yang bergerak tidak atas nama Nagekeo. mari kita nyatakan kecintaan kita sebagai kita ata Nagekeo berawal dari pengakuan bahwa kita sudah punya dapur sendiri.

  8. halooooow….saya Hildegardis dari boawae tepatnya didesa rowa n skrg di Yogyakarta. mari berjuang bersama membangun nagekeo dengan damai, sukucita dan penuh kekeluargaan. Berjuanglah bersama atas dasar
    “Kolo Sa Toko Tali Sa Tebu”
    Lovvvv yu
    “N A G E K E O”

  9. maju terus nagekeoq

  10. maaf mau tanya, kalo dari Jakarta ke Kabupaten Nagakeo naik apa ya? tolong info detailnya dong… Thank’s

  11. mai kita ata nagekeo…kita jaga modo-modo nua oda kita. kita junjung tinggi tanah mata muri kita.

    mae papa kiki
    mae papa wago
    mae papa ngisi

    kita bangun nagekeo ne’e ate ta ndala
    kita tau muri ana embu kita ne’e ate ta bhala

    mai…mai rembu sa kita…BANGUN NAGEKEO

  12. Maju terus,..bangun nagekeo

    @SELVI : Terima kasih sudah mau mampir di pojok ini.

  13. ja’o sena baca tentang nagekeo,serasa kita ada di tanah nagekeo. Ka’e emba foto-foto tana watu- nua oda kita?

  14. om salam jumpa lagi, maaf ja’o baru kunjung lagi blong te, maklum ja’o selama tiga minggu lebih ke pedalaman Aceh yang sama sekali gak ada signal, internetan via hp sulit. Tapi ja’o senang ngada kunjungi lagi blog te…satu-satunya blog yang membuat anak rantau merindukan kampung halaman…membaca blog ini seperti sedang mengobrol tentang kampung halaman di Nage Keo…yang paling menyentuh saya adalah ketika ada kata-kata adat, pata pede yang di tulis atau yang dikomentari ata kita…sangat menyentuh…om ja’o kangen dengan udu mbuju eko lomba…

    @KRIS: Jao senang tama ena blog-blog ata kita pu’u mena nua. Jao terus-terus posting uru jao tei ngge dera datu ata kita buka blog nagekeo. Jao sedang merencanakan untuk berkomunikasi dengan ana udu mbuju eko lomba. Ede kita menga dora pa, kita ana ko’o Udu mbuju eko Lomba. Jao nambu te dheko mbabho ngasi tau welo kapela Watunggegha. Wengi pira jao ndii reta nua wuda rua lesi. Mai kita su’u wangga sama-sama.
    Salam jao akan selalu kunjungi blogmu. Aku tertarik dengan tulisanmu. Saya sudah lama meninggalkan itu dan masuk dalam komunitas kerja yang membuat saya kurang kritis dalam berbahasa.

  15. maju terus Om, melalui dunia maya kita bisa berbagi cerita, jao selalu mengunjungi mogha blog te…melepas kangen, memperkaya wawasan dan peduli kampung dan negeri

  16. @Kris: Terima kasih untuk dukungannya… tabe woso pu’u ndia Jakarta…

  17. sebagai putra asli nagekeo,wajib hukumnya bagi kita untuk mengetahui dan terus memantau proses pembangunan kabupaten kita tercinta. Salah satu sarana yang sangat membantu yakni lewat blog. Nga,o secara pribadi sangat bersyukur ada bloger2 asli nagekeo yang selalu menghadirkan berita2 terkini mengenai nagekeo.” MAJU TERUS NAGEKEO”

  18. Om, no hp ta numai ne ganti ka om? Jao beberapa kali
    hubung tado


Leave a response

Your response:

Categories